Dari Sawah ke Pos KJM, Rizal Menopang Keluarga dari Penghasilan Tambahan

Berita, Daerah537 Dilihat

Jpgluwu.com, LUWU – Matahari belum terlalu tinggi ketika Rizal (42) mulai bersiap menuju Pos 1 Kader Jaga Mobilisasi (KJM) Forum Desa (Fordes) Matappa PT Masmindo Dwi Area (MDA) di Saronda, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Dengan sepeda motor, ia meninggalkan sawah yang tengah menghadapi musim kemarau. Tanaman padi miliknya membutuhkan air, tetapi pada hari itu ia harus menjalankan tugas lain sebagai anggota KJM.

Bagi Rizal, bertani tetap menjadi pekerjaan utama. Namun, sejak bergabung sebagai anggota KJM Fordes Matappa, ia memiliki sumber penghasilan tambahan yang membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Ya, sangat membantu kehidupan kami,” ujar Rizal saat ditemui di Pos 1 KJM, Selasa (4/8/2026).

Rizal merupakan satu dari empat petugas yang bergantian berjaga di Pos 1. Setiap pekan ia bertugas sekali, tepatnya setiap Selasa. Dalam sebulan, ia menjalani empat kali giliran piket.

Meski hanya beberapa kali bertugas dalam sebulan, pekerjaan tersebut memiliki tanggung jawab yang cukup besar.

Di Pos 1, Rizal bersama rekan-rekannya memantau seluruh kendaraan operasional perusahaan yang melintas menuju kawasan Project Awak Mas. Setiap kendaraan dipotret dan dicatat sebagai bagian dari sistem monitoring lalu lintas operasional.

Pos penjagaan yang ditempati para kader juga tergolong lengkap. Bangunan berukuran sekitar 6 x 5 meter itu dilengkapi kamera pengawas (CCTV), jaringan internet Starlink, radio komunikasi (handy talky), perlengkapan minum, tempat sampah hingga fasilitas toilet.

Seluruh sarana tersebut disiapkan agar petugas dapat menjalankan tugas pemantauan selama berjaga.

Namun bagi Rizal, nilai pekerjaan ini bukan hanya soal mencatat kendaraan.
Honor yang diterimanya menjadi tambahan penghasilan yang sangat berarti bagi keluarga.

“Untuk kebutuhan sehari-hari. Saya serahkan ke istri,” katanya sambil tersenyum.

Rizal memiliki empat orang anak. Dua di antaranya telah bekerja dan mampu membiayai kebutuhan sendiri, sementara dua lainnya masih duduk di bangku sekolah dasar.

Tambahan penghasilan dari tugas di KJM digunakan untuk memenuhi kebutuhan dapur sekaligus biaya pendidikan kedua anaknya yang masih bersekolah.

“Sebenarnya kerja utama saya di sawah. Tapi karena ada KJM ini ini ya harus ikut laksanakan. Kalau soal honornya bisa membantu kehidupan kami, honornya dipakai untuk kebutuhan rumah tangga dan anak sekolah,” ucapnya.

Di tengah hasil pertanian yang sangat bergantung pada cuaca, penghasilan tambahan tersebut menjadi penyangga ekonomi keluarga.

Kini harapan Rizal sederhana.
Ia berharap program yang dijalankannya selaku KJM bersama Fordes Matappa dapat terus berlanjut.

“Mudah-mudahan kegiatan ini terus berlanjut ke depannya. Jangan cuma sampai di sini saja, semoga bisa berjalan lama,” harapnya.

Bukan Sekadar Pos Jaga
Koordinator Pos 1 KJM, Muh Aris, menjelaskan bahwa tugas anggota KJM tidak hanya sebatas mendokumentasikan kendaraan perusahaan.

Setiap kendaraan yang melintas didata secara sistematis, kemudian hasil pencatatan dikoordinasikan secara berkala dengan Pos 2 dan Pos 3 agar arus lalu lintas operasional perusahaan tetap tertata.

“Semua kendaraan yang lewat kita catat, kemudian kita koordinasikan dengan pos berikutnya supaya pergerakan kendaraan tetap terpantau,” ujar Aris.

Menurut Aris, keberadaan Pos KJM juga memiliki fungsi lain yang tidak kalah penting, yakni menjadi pusat penerimaan aspirasi dan pengaduan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Apabila terdapat keluhan, baik terkait aktivitas kendaraan maupun persoalan lain yang berkaitan dengan operasional perusahaan, warga dapat langsung melapor ke Pos KJM.

“Termasuk menerima aduan warga. Semua kita lakukan pencatatan, kemudian kita eskalasi ke perusahaan,” tuturnya.

Aris mengatakan, setiap laporan masyarakat langsung diteruskan kepada tim internal perusahaan melalui grup komunikasi khusus agar dapat segera ditindaklanjuti.

“SOP penanganannya memang langsung. Setelah ada keluhan masuk, kami laporkan melalui grup khusus perusahaan dan langsung diproses. Paling lambat dalam waktu 24 jam sudah dieksekusi,” jelasnya.

Bagi masyarakat sekitar, Pos KJM kini tidak hanya menjadi tempat memantau lalu lintas kendaraan perusahaan, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi antara warga dan perusahaan.

Di balik bangunan sederhana yang berdiri di tepi jalan menuju kawasan Project Awak Mas, terdapat orang-orang seperti Rizal yang setiap pekan bergantian menjaga. Mereka bukan sekadar mencatat kendaraan yang melintas, tetapi juga menjaga hubungan baik antara perusahaan dan masyarakat, sembari berharap tambahan penghasilan yang mereka terima dapat terus menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak-anak mereka. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *