10 Siswa Diduga Ditempeleng Guru MTsN 1 Luwu, Terjadi Saat Lomba Gerak Jalan

Berita, Daerah, Hukum600 Dilihat

Jpgluwu.com, LUWU – Dugaan tindak kekerasan terhadap sejumlah siswa mencuat saat pelaksanaan lomba gerak jalan tingkat Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Rabu (12/8/2026).

Seorang oknum guru MTsN 1 Luwu berinisial HD diduga menempeleng sejumlah siswa yang tengah menyaksikan pelaksanaan lomba gerak jalan.

Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, peristiwa tersebut diduga bermula dari kesalahpahaman antara guru dan sejumlah siswa. Situasi kemudian memanas hingga HD diduga melakukan tindakan fisik terhadap beberapa siswa.

“Saya tidak tahu persis apa masalahnya hingga tiba-tiba beliau emosi dan menempeleng beberapa siswa saat sedang menonton lomba gerak jalan,” ungkap salah seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut dan meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Menurut saksi, siswa yang diduga menjadi korban berjumlah sekitar 10 orang. Mereka disebut mendapat tempelengan pada bagian wajah menggunakan tangan.

“Kurang lebih ada 10 orang siswa yang kena pukulan atau tempeleng,” ujarnya.

Dugaan tindakan kekerasan tersebut disebut mengakibatkan sejumlah siswa mengalami luka. Salah seorang siswa dikabarkan mengalami luka pada bagian mata, sementara siswa lainnya disebut mengalami pendarahan pada hidung setelah diduga terkena tempeleng.

Peristiwa itu menjadi perhatian warga lantaran terjadi di tengah keramaian kegiatan lomba gerak jalan yang diikuti pelajar dan disaksikan masyarakat.

Pihak sekolah maupun instansi terkait diharapkan segera memastikan kronologi kejadian serta kondisi siswa yang diduga menjadi korban. Jika dugaan kekerasan tersebut terbukti, penanganannya perlu dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dengan tetap mengedepankan perlindungan terhadap anak.

Sementara itu, Kepala MTsN 1 Luwu saat dikonfirmasi media membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara langsung kronologi karena saat peristiwa terjadi dirinya berada di atas panggung.

“Iya, tapi saya tidak tahu kejadiannya karena saya berada di panggung,” ujarnya melalui pesan singkat.

Kepala sekolah tersebut juga meminta agar persoalan itu terlebih dahulu diselesaikan secara internal dengan melibatkan pihak-pihak terkait dan orang tua siswa.

“Tabe mohon jangan diberitakan, nanti diselesaikan,” katanya.

Dalam komunikasi berikutnya, ia menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan konfirmasi kepada beberapa pihak, termasuk orang tua siswa, dan berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan.

“Tabe ndik, setelah kami konfirmasi kepada beberapa pihak dan orang tua, insya Allah siap diselesaikan besok,” tulisnya.

Ia juga berharap persoalan tersebut tidak berkembang menjadi viral dan menyampaikan pandangannya bahwa media merupakan mitra dalam memberikan informasi kepada masyarakat.

“Saya percaya media adalah mitra yang tidak ingin menjatuhkan suatu lembaga. Saya juga percaya kepada kita pasti bisa memberikan pemahaman kepada teman-teman untuk tidak memviralkan hal ini,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, kronologi lengkap dugaan tindakan kekerasan tersebut masih perlu diklarifikasi lebih lanjut, termasuk jumlah siswa yang menjadi korban dan kondisi masing-masing siswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *