Pos KJM Masmindo, Pengawasan 24 Jam untuk Wilayah Lingkar Tambang

Berita, Daerah859 Dilihat

Jpgluwu.com, LUWU – Operasional Kader Jaga Mobilisasi (KJM) Forum Desa (Fordes) Matappa PT Masmindo Dwi Area (MDA) kini memasuki usia satu bulan. KJM hadir tidak hanya sebagai sarana penyerapan aspirasi masyarakat di wilayah lingkar tambang, tetapi juga menjadi simpul kolaborasi tenaga kerja lokal yang terorganisasi dengan baik.

Diketahui, Pos KJM terbagi di tiga titik strategis, yakni Pos 1 Desa Saronda, Pos 2 Desa Kadundung, dan Pos 3 Desa Ranteballa. Kehadiran KJM memastikan pengawasan rantai aktivitas mobilisasi operasional perusahaan berjalan lancar dan kondusif selama 24 jam.

PT MDA membangun Pos KJM dengan fasilitas yang memadai. Berukuran 8×5 meter, pos tersebut dilengkapi toilet, dispenser, kipas angin, kudapan seperti kopi dan kue, hingga jaringan internet berbasis Starlink guna memperlancar koordinasi digital secara real-time antarpos.

Salah seorang kader KJM Pos 1, Diki, menjelaskan sistem penjagaan dibagi dalam tiga shift untuk memastikan pengawasan berlangsung tanpa henti. Setiap shift berdurasi delapan jam dan diisi oleh empat orang kader.

“Shift satu dimulai pukul 07.00 hingga 15.00 WITA, shift dua dari pukul 15.00 hingga 23.00 WITA, dan shift tiga bertugas dari pukul 23.00 hingga 07.00 WITA,” terang Diki.

Kehadiran tiga pos tersebut juga mencerminkan inklusivitas perekrutan tenaga kerja lokal dari berbagai wilayah di Kabupaten Luwu. Di Pos 1, para kader berasal dari Belopa, Kurusumanga, Senga Selatan, Tampumia Radda, dan Balo-Balo. Pos 2 diisi warga Kecamatan Bajo dan Bajo Barat, sedangkan Pos 3 dipercayakan kepada pemuda dari Kecamatan Latimojong.

Selama hampir satu bulan bertugas, Diki mengungkapkan fokus utama pekerjaannya meliputi pendataan kendaraan operasional yang melintas, menerima laporan dari sopir armada, serta mencatat setiap aduan masyarakat sesuai prosedur.

“Tugas kami mendata kendaraan yang melintas, menerima laporan dari sopir mobil, serta menerima aduan warga. Sesuai SOP, setiap aduan yang masuk kami catat, disimpan, lalu diserahkan kepada koordinator pos untuk ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi perhatian perusahaan terhadap kesejahteraan para kader di lapangan. Selain fasilitas pos yang memadai, para petugas memperoleh konsumsi harian yang dipasok langsung oleh pelaku UMKM di sekitar lokasi.

“Fasilitas yang diberikan Masmindo sangat baik. Setiap shift kami disediakan makan gratis satu kali dari warung-warung UMKM terdekat. Kopi dan kudapan juga selalu tersedia di pos,” pungkas Diki.

Sementara itu, Koordinator Pos 1, Muh Aris, mengatakan seluruh data kendaraan maupun aduan masyarakat dikoordinasikan secara berkala dengan Pos 2 dan Pos 3 guna memastikan kelancaran mobilisasi di sepanjang jalur operasional.

Selain melakukan pengawasan armada, Pos KJM juga berperan sebagai pusat penerimaan dan penanganan aduan masyarakat di wilayah sekitar.

“Termasuk menerima aduan warga. Aduan tersebut kami catat, kemudian dieskalasi ke perusahaan untuk ditindaklanjuti,” ujar Muh Aris saat ditemui di Pos 1 KJM Desa Saronda, Selasa (4/8/2026).

Menurut Aris, standar operasional prosedur (SOP) penanganan keluhan masyarakat berjalan cepat. Seluruh laporan yang diterima Pos KJM langsung diteruskan kepada tim internal perusahaan melalui grup komunikasi khusus sehingga dapat segera ditindaklanjuti.

“SOP penanganannya, setiap keluhan yang masuk langsung kami laporkan melalui grup khusus. Selambat-lambatnya dalam 24 jam, keluhan tersebut sudah dieksekusi,” tegasnya.

Dalam satu bulan terakhir, sejumlah keluhan masyarakat telah ditindaklanjuti perusahaan, di antaranya peningkatan frekuensi penyiraman jalan untuk mengurangi debu, perbaikan pipa air warga yang bocor, hingga pemasangan spanduk imbauan batas kecepatan di sepanjang permukiman sebagai respons atas keluhan terkait laju kendaraan operasional.

Langkah cepat dan transparan tersebut, lanjut Aris, mendapat respons positif dari masyarakat Desa Saronda dan sekitarnya. Selain itu, keberadaan Pos KJM juga memberikan dampak ekonomi langsung melalui pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi 12 kader yang bertugas dalam tiga shift, pihaknya bekerja sama dengan warung makan milik warga di sekitar lokasi pos.

“Kehadiran pos selama satu bulan ini mendapat respons yang cukup baik dari masyarakat. Untuk kebutuhan konsumsi anggota di tiga shift, kami memberdayakan warung-warung UMKM yang berada di sekitar pos,” tambah Aris.

Melalui kelengkapan fasilitas, sistem kerja yang profesional, serta pemberdayaan masyarakat lokal, PT Masmindo Dwi Area terus menunjukkan komitmennya dalam membangun iklim operasional yang aman, transparan, dan memberikan dampak sosial positif bagi masyarakat di wilayah lingkar tambang.

Diketahui, KJM merupakan bagian dari Forum Desa (Fordes) Matappa yang diluncurkan PT Masmindo Dwi Area bertepatan dengan HUT ke-76 Kabupaten Luwu pada Sabtu (11/7/2026).

Forum tersebut menjadi wadah kolaborasi yang melibatkan sekitar 300 perwakilan masyarakat dari 21 desa dan kelurahan di wilayah lingkar tambang, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu.

Program ini diperkenalkan sebagai ruang dialog yang menjembatani komunikasi antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan, sekaligus memastikan setiap aspirasi di wilayah operasional dapat tersalurkan secara terbuka, cepat, dan terstruktur. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *