Hoaks dan Disinformasi Politik Makin Masif, Ketua Pokja PWI Luwu Minta Warga Lebih Kritis

Berita, Daerah39 Dilihat

Jpgluwu.com, LUWU – Penyebaran konten hoaks semakin masif terjadi di dunia maya. Masyarakat perlu lebih kritis dalam menggunakan media sosial agar tidak terjebak informasi palsu.

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Luwu, menggandeng Badan Kesbangpol Luwu menggelar pendidikan politik melawan hoax dan disinformasi politik di Hotel Belia, Belopa, Ahad 13 September 2026. Pendidikan politik ini menghadirkan sejumlah kader dan simpatisan Partai Nasdem Luwu.
Pemateri Jurnalis FAJAR yang juga Ketua Pokja PWI Luwu, Syahruddin, S.Th.I, Ady Candra S.Kom, dari media Eksposindo, com, dan Akhir SE dari tokoh pemuda.

Jurnalis FAJAR yang juga Ketua Pokja PWI Luwu, Syahruddin, mengatakan hoax dan disinformasi saat ini susah dihindari.

“Informasi hoaks dan disinformasi ada informasi bohong dan berita bohong setiap saat mengalir digenggam kita. Terutama lewat Smartphone yang dimiliki,”kata Syahruddin.

Tingginya pengguna internet yang mencapai 235 juta jiwa. Pengguna internet ini mengakses internet selama 4 jam sampai 6 jam per hari.

Dominan pengguna internet mengakses platform media sosial. Pengguna media sosial di Indonesia telah tembus 180 juta jiwa. Pengguna media sosial dominan gunakan WhatsApp, lalu fasebook, lalu instagram, YouTube,tiktok, wechat, dan telegram.

Media sosial ini telah mendorong warga untuk menyampaikan informasi terkait aktivitas mereka. Termasuk peristiwa politik. Informasi terkait politik sangat seksi bagi masyarakat.

Terutama politisi yang memiliki jabatan pada lembaga politik, baik tingkat kabupaten, provinsi, dan tingkat nasional.

Tokoh politik menjadi publik figur yang ingin diketahui oleh publik aktivitasnya. Termasuk masalah yang dihadapi.
Bahkan, jabatan yang diemban menjadi incaran.

Salah satunya informasi lewat media sosial adalah masalah rumah tangga Bupati Gowa yang berujung ke DPRD Gowa dan kini berlanjut ke Mahkamah Agung.

Kelangkaan BBM saat ini di Sulsel dengan menyebar vidio hasil edit orang membawa tenda ke SPBU antri BBM.

Kasus informasi hoaks yang pernah melanda masyarakat pesisir pantai di Kabupaten Luwu. Termasuk masyarakat Belopa. Terkait berita Menag Nasaruddin Umar mundur. Berita berantai lewat medsos yang dibuat menjadi berita viral.

“Makanya masyarakat Luwu, baik kader partai maupun simpatisan harus hati -hati dan bijak dalam menerima dan menyebar informasi hoaks

Kepala Badan Kesbangpol Luwu, Hj Enrika Nurtalib SE, MSi, mengatakan, masalah hoaks dan berita bohong menjadi perhatian serius pemerintah.

“Ini dapat mengancam perpecahan bangsa. Bahkan dapat membuat gaduh perpolitikan di Indonesia,”katanya.

Olehnya itu, mari memilih dan memilah informasi yang didapatkan di medsos. Teliti dulu informasi yang diterima, lalu sebarkan.

Sekretaris DPW Partai Nasdem Luwu, Adiatma mengatakan, berterima kasih kepada Badan Kesbangpol Luwu yang memberikan kesempatan kepada partai Nasdem Luwu melakukan pendidikan politik.

“Pendidikan politik sangat penting bagi kader dan simpatisan partai. Apalagi membahas soal hoask dan informasi politik,”katanya.(shd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *