Warga Sabe Bersatu Perbaiki Jalan Rusak Demi Keselamatan Pengguna Jalan

Berita, Daerah564 Dilihat

Jpgluwu.com, LUWU – 19 Mei 2026 Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan kembali ditunjukkan oleh masyarakat Jalan Sabe 2, Kelurahan Sabe, Kecamatan Belopa Utara. Pada Selasa, 19 Mei 2026, warga secara sukarela turun langsung melakukan gotong royong untuk memperbaiki jalan rusak yang selama ini menjadi keluhan masyarakat dan pengguna jalan.
Sejak pagi hari, masyarakat dari berbagai kalangan tampak berbondong-bondong membawa peralatan kerja, batu, pasir, dan material seadanya untuk menutup lubang-lubang di sepanjang jalan.

Kondisi jalan yang rusak parah dinilai sangat membahayakan, terutama bagi pengendara sepeda motor yang melintas setiap hari.

Kerusakan jalan tersebut telah lama dikeluhkan warga karena sering menyebabkan pengendara terjatuh, terutama saat hujan turun dan lubang jalan tertutup genangan air.

Kondisi itu membuat masyarakat merasa khawatir apabila tidak segera dilakukan penanganan.

Karena rasa kepedulian dan kekhawatiran terhadap keselamatan bersama, warga akhirnya berinisiatif melakukan perbaikan secara mandiri melalui kegiatan gotong royong. Mereka mengaku tidak ingin lagi melihat adanya korban akibat jalan berlubang yang semakin membahayakan pengguna jalan.


Salah seorang warga mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap keselamatan lingkungan sekitar. Menurutnya, meskipun dengan keterbatasan alat dan bahan, warga tetap berusaha melakukan perbaikan agar jalan dapat dilalui dengan lebih aman dan nyaman.

“Kami melakukan ini karena sudah terlalu lama jalan ini rusak. Banyak pengendara yang hampir jatuh bahkan ada yang pernah mengalami kecelakaan. Kami tidak ingin ada korban lagi, sehingga masyarakat sepakat untuk turun bersama memperbaiki jalan ini,” ujarnya.

Kegiatan gotong royong berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Para pemuda, orang tua, hingga tokoh masyarakat terlihat ikut terlibat dalam proses perbaikan jalan. Suasana kekeluargaan sangat terasa ketika warga saling membantu demi kepentingan bersama.

Selain sebagai upaya memperbaiki akses jalan, kegiatan tersebut juga menjadi bukti bahwa budaya gotong royong masih tetap hidup di tengah masyarakat.

Warga berharap semangat kebersamaan seperti ini dapat terus terjaga demi kemajuan lingkungan dan kesejahteraan bersama.
Masyarakat juga berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur di wilayah mereka.

Warga menilai jalan tersebut merupakan akses penting yang digunakan masyarakat setiap hari untuk bekerja, bersekolah, dan menjalankan aktivitas lainnya.Menurut warga, perbaikan sementara melalui gotong royong tentu belum cukup untuk menyelesaikan persoalan secara menyeluruh. Oleh karena itu, mereka berharap adanya perbaikan permanen dari pemerintah agar jalan dapat bertahan lama dan lebih aman digunakan masyarakat.

“Kami berharap pemerintah bisa segera turun tangan melihat kondisi jalan ini.

Apa yang kami lakukan hari ini hanyalah perbaikan sementara demi keselamatan bersama. Semoga ke depan ada pembangunan yang lebih baik,” kata salah seorang tokoh masyarakat.

Aksi gotong royong warga Jalan Sabe 2 ini mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar.

Banyak pihak menilai kegiatan tersebut sebagai contoh nyata kepedulian sosial dan kekompakan warga dalam menghadapi persoalan lingkungan.
Dengan semangat persatuan dan kerja sama, masyarakat Kelurahan Sabe menunjukkan bahwa kepedulian terhadap keselamatan bersama dapat diwujudkan melalui tindakan nyata.

Warga berharap jalan yang telah diperbaiki secara swadaya tersebut dapat mengurangi risiko kecelakaan dan memberikan kenyamanan bagi seluruh pengguna jalan.