Sabug Ayam di Luwu Makan Korban Jiwa

Berita, Daerah764 Dilihat

Jpgluwu.com, LUWU – Aktivitas judi sabung ayam di Kabupaten Luwu kembali menjadi sorotan setelah memakan korban jiwa. Kegiatan yang disebut berlangsung terbuka di sejumlah lokasi itu bahkan disaksikan warga yang datang menonton.

Peristiwa terbaru terjadi di wilayah Batusitanduk. Seorang pria berinisial CD dilaporkan meninggal dunia saat datang menonton sabung ayam di lokasi tersebut. Korban disebut tiba-tiba jatuh dan mengalami kejang-kejang di sekitar arena sebelum akhirnya dievakuasi menggunakan ambulans. Namun nyawanya tidak tertolong.

Selain korban meninggal, seorang pria lain berinisial DS mengalami luka serius pada bagian kaki diduga akibat terkena taji ayam saat pertandingan berlangsung. Korban kemudian mendapatkan penanganan medis atas luka yang dialaminya.

Informasi yang dihimpun, aktivitas judi sabung ayam tidak hanya terjadi di lokasi tersebut. Praktik serupa juga disebut berlangsung di Desa Padang Lambe, Kecamatan Suli. Arena sabung ayam itu disebut digelar terbuka dan didatangi warga yang menonton jalannya pertandingan.

Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat. Selain melanggar hukum, aktivitas tersebut dinilai berpotensi memicu keributan hingga menimbulkan korban jiwa seperti yang sudah terjadi. Warga pun mendesak aparat kepolisian segera turun tangan menertibkan praktik perjudian sabung ayam yang disebut marak di beberapa wilayah di Kabupaten Luwu.

“Sudah terbuka sekali, banyak orang menonton. Jangan tunggu ada korban lagi baru ditindak,” ujar seorang warga.

Beberapa tahun terakhir warga mengherankan jika ada penggerebekan oleh Polisi di tempat judi sabung kenapa arena tersebut selalu kosong atau tak ada satu orang pun di lokasi sabung ayam saat penggerebekan

Kalau Polisi benar-benar serius ingin memberantas judi sabung ayam gerebeknya jangan hanya sekali jangan menunggu laporan masyarakat ucap warga lainnya

Terpisah, Kapolsek Walenrang, AKP Abdul Asiz mengatakan, lokasi judi sabung ayam tersebut berada di atas lereng gunung yang hanya dapat diakses melalui jalan tani menanjak di wilayah Desa Batusitanduk, Kecamatan Walenrang.

Berdasarkan keterangan saksi di tempat kejadian perkara, korban yang meninggal dunia datang dengan berjalan kaki dari jalan aspal lalu menelusuri tanjakan jalan tani menuju lokasi sabung ayam. Setibanya di lokasi, korban diduga mengalami kelelahan dan sesak napas, kemudian duduk sebelum akhirnya berbaring karena mengalami kejang-kejang. Tak lama kemudian, korban dinyatakan meninggal dunia.

Sementara itu, Kapolsek Suli, AKP Idris mengatakan pihaknya telah melakukan pembongkaran arena judi sabung ayam di Desa Padang Lambe serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak lagi melakukan aktivitas tersebut.

Ia menegaskan, personel Polsek Suli akan terus melakukan langkah pencegahan dan penertiban terhadap segala bentuk penyakit masyarakat, khususnya selama suasana Lebaran. Menurutnya, momentum Idulfitri seharusnya dimanfaatkan untuk meninggalkan perbuatan yang tidak baik, bukan justru melakukan aktivitas yang melanggar hukum maupun yang dilarang agama.

“Dalam suasana Lebaran ini, kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan perjudian. Seharusnya momentum ini dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi dan meninggalkan perbuatan yang tidak baik. Personel Polsek Suli akan terus melakukan penertiban terhadap segala bentuk kejahatan,” ujarnya.