RSUD Batara Guru Beri Penjelasan Resmi Terkait Meninggalnya Pasien

Berita, Daerah756 Dilihat

Jpgluwu.com, LUWU – Menanggapi beredarnya informasi di media sosial terkait kasus meninggalnya salah satu pasien yang dirawat di RSUD Batara Guru pada 8 Juni 2026, pihak rumah sakit memberikan klarifikasi awal sekaligus tanggapan resmi.

Kepala Bidang Pelayanan RSUD Batara Guru Belopa, dr. Syahrul, menyampaikan bahwa manajemen serta seluruh civitas rumah sakit turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya almarhumah Ny. Kh.

“Kami atas nama manajemen dan seluruh civitas RSUD Batara Guru mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhumah husnul khotimah dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi ujian ini. Aamiin,” ujar dr. Syahrul.

Lebih lanjut, dr. Syahrul menjelaskan bahwa setelah informasi tersebut beredar luas di media sosial dan sampai ke pihak manajemen rumah sakit, RSUD Batara Guru segera mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi serta membentuk tim investigasi internal.

Tim tersebut bertugas mengumpulkan data, informasi, serta dokumen yang diperlukan guna memastikan kronologi serta aspek pelayanan medis yang telah diberikan kepada pasien sesuai prosedur yang berlaku.

“Berdasarkan arahan Direktur rumah sakit dan sesuai prosedur penanganan keluhan yang berlaku, kami juga akan melakukan audit internal secara menyeluruh untuk memperoleh informasi yang objektif dan akurat terkait kasus ini,” jelasnya.

Hasil dari tim investigasi dan audit internal nantinya akan disampaikan kepada Direktur RSUD Batara Guru sebagai dasar dalam pengambilan keputusan dan tindak lanjut penanganan kasus.

Pihak rumah sakit menegaskan komitmennya untuk senantiasa menjalankan seluruh prosedur pelayanan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku, termasuk dalam pemberian obat, pemasangan alat medis, serta konsultasi dengan dokter penanggung jawab pasien.

“Saat ini tim investigasi masih dalam tahap pengumpulan data dari pihak-pihak terkait,” ujar dr. Syahrul saat dikonfirmasi media, Selasa (9/6/2026).

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa terkait penyebab kematian secara klinis, pihak rumah sakit belum dapat menyimpulkan sebelum seluruh proses audit internal selesai dilakukan.

“Untuk penyebab kematian secara klinis akan kami simpulkan setelah audit internal selesai dan seluruh data dianalisis secara menyeluruh,” jelasnya.

RSUD Batara Guru juga menegaskan kesiapan untuk memberikan informasi dan klarifikasi kepada publik secara terbuka, transparan, dan edukatif sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami senantiasa terbuka terhadap saran, kritik, dan keluhan masyarakat. Semua itu menjadi bahan evaluasi penting bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan ke depan,” tambah dr. Syahrul.

Di akhir pernyataannya, manajemen RSUD Batara Guru menyampaikan permohonan maaf apabila dalam proses pelayanan masih terdapat kekurangan, serta menegaskan komitmen untuk menjadikan setiap masukan sebagai bahan perbaikan guna meningkatkan mutu layanan kesehatan kepada masyarakat.

RSUD Batara Guru Belopa merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan daerah yang terus berupaya meningkatkan kualitas layanan serta profesionalisme tenaga kesehatan dalam melayani masyarakat Kabupaten Luwu dan sekitarnya.