MDA Gandeng BPBD, PMI, dan PUSPENA Bangun Desa Tangguh Bencana

Berita, Daerah164 Dilihat

Jpgluwu.com, LUWU – 29 Juli 2026 PT Masmindo Dwi Area (MDA) terus memperkuat implementasi Jaga Keselamatan Desa, salah satu pilar dalam Program Jaga Desa, melalui kegiatan Penguatan Kapasitas Desa Tangguh Bencana (DESTANA) di Desa Kadundung, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu. Kegiatan yang dilaksanakan bersama Pusat Studi Pemetaan dan Bencana (PUSPENA) Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu, dan Palang Merah Indonesia (PMI) ini menjadikan Kadundung sebagai desa kelima yang mendapatkan pendampingan DESTANA sejak program tersebut diinisiasi pada 2024.

Program ini lahir dari aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui Forum Desa MATAPPA (FORDES MATAPPA). Aspirasi tersebut kemudian diterjemahkan menjadi program kolaboratif yang memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana melalui pembentukan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) yang didalamnya terdapat pemetaan risiko, penyusunan mekanisme respons desa, simulasi kebencanaan, hingga pelatihan penanganan awal kondisi darurat.

Pendekatan tersebut dijalankan secara bertahap sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing desa. Setelah diinisiasi di Desa Bonelemo dan Ulusalu pada 2024, program diperluas ke Desa Boneposi, Tolajuk, dan kini Desa Kadundung sepanjang 2026.

Tahapan ini menjadi bagian dari komitmen MDA bersama para mitra dalam membangun sistem kesiapsiagaan yang berkelanjutan di wilayah Latimojong.
Di Desa Kadundung, masyarakat mengikuti pembekalan mengenai mitigasi bencana, mekanisme koordinasi saat kondisi darurat, serta penyusunan respons desa.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan simulasi pertolongan pertama yang dipandu oleh tim PMI bersama Emergency Response Team (ERT) PT Masmindo Dwi Area. Melalui simulasi tersebut, peserta mempraktikkan penanganan korban, prosedur evakuasi awal, serta koordinasi antarunsur desa sehingga memiliki pengalaman langsung dalam menghadapi situasi darurat.

Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Masmindo Dwi Area, Mustafa Ibrahim, mengatakan
bahwa penguatan kapasitas masyarakat merupakan bagian penting dari komitmen perusahaan dalam mewujudkan operasional pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

“Bagi MDA, keselamatan tidak hanya menjadi budaya di lingkungan kerja, tetapi juga nilai yang ingin kami tumbuhkan bersama masyarakat di sekitar wilayah operasional. Karena itu, melalui Jaga Keselamatan Desa kami terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat agar setiap desa memiliki kapasitas yang semakin baik dalam mengenali risiko, menyusun mekanisme respons, dan bertindak cepat ketika menghadapi kondisi darurat,” ujar Mustafa.

Ketua Pusat Studi Pemetaan dan Bencana (PUSPENA) Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP), Dr. Ichwan Muis, mengatakan bahwa membangun desa tangguh membutuhkan proses pendampingan yang berkelanjutan agar kesiapsiagaan benarbenar menjadi bagian dari budaya masyarakat.

“Ketangguhan desa tidak dibangun dalam satu pelatihan, tetapi melalui proses belajar, latihan, dan evaluasi yang dilakukan secara konsisten. Ketika masyarakat memahami risiko di wilayahnya, mengetahui peran masing-masing, dan terbiasa
berlatih bersama, maka kemampuan desa dalam menghadapi bencana akan
semakin kuat,” kata Dr. Ichwan.

Kepala Desa Kadundung, Parambung, mengapresiasi kolaborasi yang dibangun MDA bersama PUSPENA UNCP, BPBD Kabupaten Luwu, dan PMI dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.
“Kami merasakan manfaat yang nyata dari program ini. Masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mempraktikkan langsung langkah-langkah penanganan darurat. Kegiatan seperti ini membuat masyarakat semakin memahami bagaimana harus bertindak, saling berkoordinasi, dan membantu sesama ketika menghadapi situasi darurat,” ujar Parabung.

Bagi MDA, membangun desa yang tangguh bukanlah program jangka pendek, melainkan investasi sosial yang tumbuh bersama masyarakat. Karena itu, melalui Program Jaga Desa, perusahaan akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai
pemangku kepentingan agar setiap desa di wilayah operasional memiliki kapasitas yang semakin baik dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk potensi bencana