MDA dan Pemkab Luwu Perkuat Mitigasi Karhutla, 12 Desa Ikuti Simulasi di Latimojong

Berita, Daerah141 Dilihat

Jpgluwu.com, LUWU – PT Masmindo Dwi Area (MDA) berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu menggelar Latihan Bersama serta Simulasi Kesiapsiagaan Kekeringan
dan Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) di areal Kantor Kecamatan Latimojong.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari koordinasi yang sebelumnya dilaksanakan oleh Pemda Luwu bersama MDA untuk memperkuat kesiapsiagaan dan sinergi dalam menghadapi potensi kekeringan dan karhutla, khususnya di wilayah Kecamatan Latimojong.

Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 80 peserta yang mewakili 12 desa di Kecamatan Latimojong. Peserta terdiri atas perwakilan Desa Tangguh Bencana (Destana) yang telah terbentuk di 10 desa, personel Perlindungan Masyarakat (Linmas), kelompok ibu-ibu, tokoh agama, pemuda, serta unsur masyarakat lainnya.

Turut hadir perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Latimojong, dan para kepala desa.

Dalam kegiatan ini, sejumlah pihak memberikan pemaparan dan arahan sesuai dengan peran masing-masing, yakni Camat Latimojong, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu melalui Kepala Pelaksana dan staf analis kebencanaan, tim Environmental, Social, and Governance (ESG) serta Emergency Response Team (ERT) MDA, KPH Latimojong, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melalui Sekretaris Dinas, serta Danramil Bastem.

Dalam kesempatan tersebut, tim MDA juga memperkenalkan sistem pemantauan titik api (hotspot) berbasis satelit yang dapat diakses melalui komputer maupun perangkat seluler.

Teknologi ini dilengkapi fitur peringatan otomatis apabila terdeteksi titik api, baik di dalam wilayah Kontrak Karya (KK) MDA maupun area sekitarnya hingga radius 35 kilometer. Selain itu, tim ESG dan ERT MDA memberikan pelatihan penanganan korban luka bakar, sementara KPH Latimojong dan Disdamkar memberikan materi pencegahan serta penanganan kebakaran lahan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Luwu, Drs. Andi Baso Tenriesa, mengapresiasi kolaborasi antara BPBD dan MDA dalam meningkatkn kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana.

“Kami mengapresiasi kolaborasi BPBD Kabupaten Luwu dan PT Masmindo Dwi Area dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kekeringan dan karhutla di Kecamatan Latimojong.

Kami berharap pelatihan ini meningkatkan kesiapan personel dan masyarakat serta ditindaklanjuti melalui aksi nyata. Sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci mewujudkan Luwu yang tangguh bencana. Salam tangguh, siap untuk selamat!” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Luwu.

Senada dengan hal tersebut, KTT MDA, Mustafa Ibrahim, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan langkah penting dalam memperkuat mitigasi menghadapi potensi kekeringan dan karhutla.

“Kepedulian bersama dan kesiapsiagaan menjadi kunci untuk mencegah risiko bencana serta melindungi masyarakat dan lingkungan, khususnya di Kecamatan Latimojong,” ujar Mustafa Ibrahim.

Seluruh pihak sepakat bahwa penguatan peran masyarakat menjadi salah satu kunci penting dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla.

Keterlibatan warga di tingkat desa dinilai strategis, mulai dari mendeteksi potensi kebakaran sejak dini hingga mendukung penanganan awal sebelum api meluas. Dalam sesi diskusi, peserta menyampaikan sejumlah kendala yang dihadapi masyarakat dalam menghadapi potensi kekeringan dan karhutla.

Berbagai kendala tersebut kemudian dibahas bersama untuk mengidentifikasi solusi dan langkah tindak lanjut yang dapat dilakukan secara kolaboratif guna memperkuat kesiapsiagaan serta efektivitas
penanganan bencana di Kecamatan Latimojong.

Selain itu, peserta berbagi informasi mengenai praktik pembakaran lahan yang masih ditemukan di masyarakat serta langkah antisipasi berdasarkan kearifan lokal. Percepatan pembentukan kelompok Destana di desa-desa yang belum memilikinya, terutama wilayah
terluar seperti Desa Tabang, juga menjadi salah satu usulan untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.

Selain pemaparan materi dan diskusi, kegiatan dilengkapi praktik lapangan mengenai teknik pemadaman api yang dipandu oleh Disdamkar.

Perwakilan peserta mengikuti simulasi untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat kebakaran.

Pada akhir kegiatan, MDA menyerahkan 15 banner edukasi berukuran besar untuk dipasang di seluruh desa dan kantor-kantor Muspika Kecamatan Latimojong. Banner tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan karhutla.

Sebagai langkah lanjutan, BPBD Kabupaten Luwu meminta Camat Latimojong dan seluruh kepala desa untuk menyusun serta menyerahkan rencana aksi penanggulangan karhutla di wilayah masing-masing. Para pihak juga akan melakukan evaluasi bersama yang dikoordinasikan oleh BPBD guna meninjau pelaksanaan kegiatan dan mengidentifikasi peluang pelaksanaan kegiatan serupa di kecamatan lainnya.

Melalui kolaborasi ini, MDA bersama pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat terus mendorong penguatan kesiapsiagaan serta koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman kekeringan dan karhutla.

Upaya ini diharapkan dapat memperkuat langkah pencegahan dan penanganan bencana secara lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan di Kecamatan Latimojong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *