MDA Bantu Petani Luwu Hadapi Kekeringan, 70 Hektare Lahan Jadi Sasaran

Berita, Daerah91 Dilihat

Jpgluwu.com, LUWU – PT Masmindo Dwi Area (MDA) menyalurkan bantuan pertanian kepada petani yang terdampak kekeringan di sejumlah desa di Kabupaten Luwu. Bantuan tersebut disalurkan melalui Dinas Pertanian Luwu, Jumat (18/9/2026).

Sekretaris Dinas Pertanian Luwu, Islamuddin, mengapresiasi langkah MDA tersebut. Ia mengatakan bantuan itu sangat bermanfaat bagi petani, mengingat kesulitan air saat ini terjadi hampir di seluruh wilayah Kabupaten Luwu.

“Bantuan berupa paket pompa air, paket sumur bor dan penyiraman,” kata Islamuddin, Senin (21/9/2026). Namun, untuk bantuan sumur bor, kata dia, masih dalam proses menunggu penyaluran.

Islamuddin mengatakan, bantuan penyiraman telah lebih dahulu dilakukan di Desa Senga Selatan. Penyiraman diberikan kepada sawah yang terancam gagal panen akibat kurangnya pasokan air.

Ia berharap kerja sama dengan MDA dapat terus berjalan. Menurutnya, petani tidak hanya membutuhkan bantuan berupa alat, tetapi juga pendampingan dan pengetahuan yang dapat membantu mereka menghadapi berbagai persoalan di lapangan.

“Saya kira harapan saya agar kerja sama ini terjalin terus dengan baik dalam rangka membantu masyarakat yang kesusahan dan bukan hanya bentuk materi, tapi juga dalam bentuk edukasi,” ujarnya.

Ia juga berharap komunikasi antara pemerintah, MDA dan masyarakat tetap terjaga.

Sementara itu, Kepala Teknik Tambang (KTT) MDA, Mustafa Ibrahim, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk respons bersama terhadap kondisi yang dihadapi petani.

Menurut Mustafa, penyaluran bantuan dilakukan setelah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Luwu dan Fordes Matappa. Koordinasi dilakukan agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan petani di lapangan.

“Kami melihat kondisi ini perlu direspons bersama. Melalui koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Luwu dan Fordes Matappa, MDA berupaya memberikan dukungan sesuai kebutuhan di lapangan agar petani dapat mempertahankan tanamannya dan risiko gagal panen bisa ditekan,” ujar Mustafa.

Secara keseluruhan, upaya penanganan kekeringan melalui bantuan tersebut dilakukan di Tampumia Radda, Balo-Balo, Kurusumanga dan Senga Selatan, dengan total luas sekitar 70 hektare. (*)