Limba Berbau Menyengat, Warga Keluhkan SPPG Pattedong

Berita, Daerah168 Dilihat

Jpgluwu.com, LUWU — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pattedong, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, mendapat sorotan warga terkait dugaan persoalan pengelolaan limbah dan kondisi bangunan yang dinilai terbatas.

Salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku terganggu dengan bau yang berasal dari penampungan limbah di sekitar SPPG. Menurutnya, bau tersebut cukup menyengat hingga tercium dari jarak puluhan meter.

“Baunya sangat menyengat. Sampai puluhan meter masih tercium,” katanya.

Selain persoalan limbah, warga juga menyoroti kondisi bangunan SPPG yang disebut memiliki ruang terbatas. Bangunan tersebut diperkirakan berukuran sekitar 7 x 10 meter dan hampir tidak memiliki halaman.

Keterbatasan ruang itu disebut berdampak pada penempatan sejumlah peralatan, termasuk ompreng yang telah digunakan. Peralatan tersebut terlihat ditumpuk di luar bangunan karena keterbatasan tempat.

Kondisi tersebut menjadi perhatian warga karena peralatan yang digunakan untuk penyediaan makanan seharusnya tetap terjaga kebersihan dan keamanannya.

Warga juga mempertanyakan kesesuaian kondisi bangunan dan tata letak SPPG dengan standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN). Namun, hal tersebut masih memerlukan pemeriksaan dan verifikasi dari pihak berwenang.

Mereka berharap BGN bersama pemerintah daerah turun langsung melakukan pengecekan, terutama terhadap pengelolaan limbah, kebersihan peralatan serta kondisi bangunan SPPG.

“Program pemenuhan gizi tentu harus berjalan, tetapi kebersihan, keamanan makanan dan kenyamanan warga sekitar juga harus diperhatikan,” ujar warga tersebut.

SPPG Pattedong diketahui berada di bawah naungan Yayasan Mutiara Titik Senja.

Sementara itu, awak media telah berupaya meminta konfirmasi kepada Kepala SPPG Pattedong dan Korwil melalui WhatsApp terkait sejumlah persoalan tersebut. Namun, hingga berita ini diterbitkan, keduanya belum memberikan tanggapan.