Keluarga Pasien Beli Obat dari Luar, Stok Obat Puskesmas Bua Dipertanyakan

Berita, Daerah706 Dilihat

Jpgluwu.com, LUWU – Sejumlah pasien mengeluhkan ketersediaan obat di Puskesmas Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Puskesmas merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang menjadi tumpuan masyarakat dalam memperoleh pelayanan medis di level kecamatan.

Keluhan itu disampaikan pasien yang sempat menjalani perawatan di Puskesmas Bua beberapa waktu lalu.

Mereka mengaku tidak mendapatkan obat penurun panas saat mengalami demam.

Tak adanya penanganan tersebut disebut lantaran stok obat sedang tidak tersedia di puskesmas.

Kondisi itu juga disebut dialami pasien yang menjalani rawat inap.

Akibatnya, keluarga pasien harus membeli obat dari luar puskesmas untuk memenuhi kebutuhan pengobatan.

Namun, keluarga pasien mengaku belum mendapat penjelasan mengenai mekanisme penggantian biaya obat yang dibeli dari luar fasilitas kesehatan.

“Kita juga bertanya soal kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan dalam memastikan ketersediaan obat bagi masyarakat, khususnya obat-obatan dasar yang dibutuhkan pasien,” kata seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Media ini telah berupaya mengonfirmasi Kepala Puskesmas Bua, Ali Aksan, terkait informasi tersebut.

Termasuk mengenai ketersediaan obat penurun panas, kondisi stok obat, serta mekanisme pelayanan dan pengadaan obat.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, Kepala Puskesmas Bua belum memberikan respons.

Anggota DPRD Luwu dari daerah pemilihan (Dapil) 7 yang meliputi Kecamatan Bua dan Ponrang, Andi Admiral Kaddiraja, mengaku telah menerima informasi mengenai dugaan kekurangan stok obat tersebut.

Ia mengatakan informasi itu akan disampaikan kepada pemerintah daerah untuk mendapat perhatian dan tindak lanjut.

“Dari beberapa sumber informasi seperti itu. Akan disampaikan ke pemerintah daerah,” kata Andi Admiral kepada Tribun-Timur.com, Selasa (18/8/2026) siang.

Ketua DPC PDIP Luwu itu mengatakan pihaknya akan meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap persoalan tersebut.

“Kami akan minta pemerintah daerah untuk mengevaluasi hal tersebut,” tegasnya.

Ia menambahkan, telah menyampaikan persoalan tersebut ke Bupati Luwu Patahudding usai rapat pembahasan KUA-PPAS 2027 di kantor DPRD Luwu, Kota Belopa.

“Saya langsung komukasi Pak Bupati dan Dinas Kesehatan di sela-sela paripurna,”

“Beliau sudah atensi hal ini,” tambah Admiral

Evaluasi dinilai penting untuk memastikan pelayanan kesehatan di Puskesmas Bua tetap berjalan optimal.

Termasuk memastikan ketersediaan obat yang dibutuhkan pasien.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *