Kadiskop Luwu Apresiasi MDA, UMKM di 21 Desa Dapat Pendampingan

Berita, Daerah65 Dilihat

Jpgluwu.com, LUWU –  Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Kabupaten Luwu, Drs. Bustam, M.Si., mengapresiasi langkah PT Masmindo Dwi Area (MDA) dalam mendukung perkembangan UMKM di Luwu, khususnya yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Menurut Bustam, UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Sebab, usaha yang dijalankan masyarakat tersebut langsung bersentuhan dengan kebutuhan ekonomi sehari-hari.

Ia menyinggung kegiatan pelatihan yang digelar MDA beberapa hari lalu. Kegiatan itu diikuti 42 pelaku UMKM dari 21 desa di wilayah operasional MDA.

Bustam yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menilai, pelatihan seperti itu penting bagi pelaku UMKM untuk menambah pengetahuan dan mengembangkan usaha mereka.

“Yang penting bukan hanya pelatihannya, tetapi bagaimana pengetahuan yang didapat bisa diterapkan dan usaha mereka semakin berkembang,” kata Bustam.

Ia mengatakan, saat ini sudah ada sejumlah UMKM binaan MDA yang memiliki produk sendiri. Di antaranya bawang  dari Ulusalu dan Kopi di Bone Posi.

Menurut Bustam, produk tersebut menunjukkan bahwa masyarakat di sekitar wilayah operasional MDA memiliki potensi usaha yang bisa dikembangkan.

“Sudah ada beberapa UMKM binaan MDA yang punya produk, seperti bawang di Ulusalu dan Kopi di Bone Posi. Ini harus terus dibina supaya produknya semakin baik dan bisa dikenal lebih luas,” ujarnya.

Selain itu, Bustam berharap ke depan perhatian MDA tidak hanya kepada UMKM, tetapi juga koperasi. Ia menilai koperasi yang dikelola dengan baik dapat menjadi wadah ekonomi masyarakat.

“Kami berharap ke depan MDA juga bisa membantu membina koperasi yang benar-benar produktif. Koperasi bisa menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat kalau dikelola dengan baik,” katanya.

Ia juga berharap pembinaan UMKM yang dilakukan MDA dapat terus berlanjut dan lebih intensif. Menurutnya, semakin banyak UMKM yang berkembang, semakin besar pula peluang masyarakat mendapatkan penghasilan dari usaha sendiri.

“UMKM ini bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kalau UMKM bergerak, ekonomi masyarakat juga ikut bergerak,” ujar Bustam.

Ia melihat saat ini semakin banyak anak muda di Luwu yang mulai terjun ke dunia usaha. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peluang yang perlu terus didorong agar pelaku usaha muda mampu mengembangkan produknya dan bersaing lebih luas.

“Banyak anak muda sekarang yang mulai bergerak di bidang usaha. Ini harus kita dorong supaya mereka bisa berkembang dan bersaing di level yang lebih tinggi,” pungkasnya.