Jelang Penilaian Adipura, Warga Kelurahan Balo-Balo Gelar Kerja Bakti Massal

Berita, Daerah249 Dilihat

Jpgluwu.com, LUWU – Semangat gotong royong ditunjukkan masyarakat Kelurahan Balo-Balo, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, dengan turun langsung melaksanakan kerja bakti massal, Selasa (3/11/2026). Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan menjelang penilaian Adipura.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat secara bersama-sama melakukan pembersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya menciptakan kawasan permukiman yang bersih, sehat, dan nyaman. Keterlibatan warga menjadi gambaran nyata tumbuhnya kepedulian terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama.

Kerja bakti ini juga menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya gotong royong yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat. Kebersihan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.

Menjelang penilaian Adipura, gerakan kebersihan seperti ini dinilai penting untuk membangun kesadaran kolektif. Namun, upaya tersebut diharapkan tidak hanya dilakukan karena adanya agenda penilaian, melainkan menjadi kebiasaan yang terus dipelihara dalam kehidupan sehari-hari.

Penilaian Adipura seharusnya tidak sekadar menjadi ajang mengejar penghargaan atau memenuhi target pemerintah daerah. Lebih dari itu, momentum tersebut perlu dimanfaatkan sebagai dorongan untuk membangun budaya hidup bersih serta memperkuat komitmen masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Konsistensi menjadi salah satu kunci utama dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan tertata. Kerja bakti perlu terus dilakukan secara berkala, disertai kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, menjaga saluran drainase, serta merawat fasilitas umum.

Semangat kebersamaan yang diperlihatkan masyarakat Kelurahan Balo-Balo diharapkan menjadi contoh positif bahwa perubahan lingkungan dapat dimulai dari kepedulian warga di wilayah masing-masing.

Dengan terbangunnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat, kegiatan gotong royong diharapkan tidak berhenti sebagai rutinitas menjelang penilaian Adipura. Sebaliknya, gerakan tersebut harus berkembang menjadi komitmen sosial yang berkelanjutan demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, indah, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.