FORDES MATAPPA dan MDA Tingkatkan Kapasitas Kader Hadapi Situasi Darurat

Berita, Daerah647 Dilihat

Jpgluwu.com, LUWU – Meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau mendorong FORDES MATAPPA bersama PT Masmindo Dwi Area (MDA) memperkuat kesiapsiagaan masyarakat hingga ke tingkat desa.

Salah satunya melalui peningkatan kemampuan Kader Jaga Mobilisasi (KJM) yang selama ini bertugas di Pos Jaga Desa agar memiliki bekal menghadapi kebakaran maupun kondisi kedaruratan di tengah masyarakat.

Melalui pelatihan yang diberikan Emergency Response Team (ERT) MDA, para Kader Jaga Mobilisasi dibekali keterampilan pemadaman api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta Bantuan Hidup Dasar (BHD), termasuk praktik resusitasi jantung paru (RJP) dan bantuan pernapasan.

Kader Jaga Mobilisasi merupakan warga desa yang direkrut melalui FORDES MATAPPA dan menjadi bagian dari pelaksanaan Jaga Desa. Mereka bertugas secara bergantian di Pos Jaga Desa untuk membantu menjaga keselamatan dan ketertiban mobilisasi kendaraan yang melintasi wilayah desa.

Melalui pelatihan tersebut, kemampuan mereka kini diperluas agar dapat memberikan tindakan awal ketika menghadapi situasi darurat di lingkungan sekitarnya.

Pembekalan ini menjadi semakin relevan setelah meningkatnya kejadian karhutla di Kabupaten Luwu selama musim kemarau. Belum lama ini, kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Bua bahkan menyebabkan asap menyasar kawasan permukiman, sementara titik api yang belum terkendali sempat dikhawatirkan berdampak lebih luas.

Pengalaman serupa juga pernah dirasakan masyarakat Desa Bonelemo, Kecamatan Bajo Barat. Saat kebakaran lahan terjadi, warga yang tergabung dalam FORDES MATAPPA bersama masyarakat ikut bergerak membantu melakukan pemadaman awal untuk mencegah api semakin meluas.
Bagi Ketua FORDES MATAPPA Desa Bonelemo, H. Maming, pengalaman tersebut membuat pelatihan kali ini memiliki arti tersendiri.

“Kami pernah turun langsung ketika terjadi kebakaran lahan di Bonelemo. Waktu itu kami bergerak dengan kemampuan dan peralatan yang ada. Setelah ikut pelatihan ini, kami jadi lebih paham bagaimana melakukan pemadaman awal dengan benar dan tetap memperhatikan keselamatan saat membantu,” ujar H. Maming.

Sementara Hasbullah, Kader Jaga Mobilisasi dari Tolajuk, melihat pelatihan tersebut sebagai bekal yang dapat digunakan tidak hanya saat menjalankan tugas di Pos Jaga Desa, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.

“Kita tentu tidak berharap ada kejadian, tetapi kalau suatu saat terjadi, paling tidak kami sudah punya pengetahuan dasar untuk bertindak. Kami juga belajar RJP dan bantuan pernapasan. Ilmu seperti ini penting untuk dibawa kembali ke desa dan mudah-mudahan bisa kami bagikan kepada masyarakat lainnya,” kata Hasbullah.

Tim ERT MDA dalam pelatihan tersebut menekankan bahwa kemampuan melakukan tindakan awal harus selalu mengutamakan keselamatan. Para kader diajarkan mengenali kondisi yang masih memungkinkan dilakukan pemadaman awal, menggunakan APAR secara tepat, hingga mengetahui kapan harus menjauh dan meminta bantuan petugas dengan perlengkapan yang lebih memadai. Dalam materi BHD, para kader juga berlatih melakukan pemeriksaan awal terhadap korban, RJP dan bantuan pernapasan sebagai tindakan pertolongan sambil menunggu penanganan medis lebih lanjut.

Penguatan kemampuan Kader Jaga Mobilisasi sekaligus membuka peluang lebih luas bagi keberadaan Pos Jaga Desa. Pos yang awalnya dibentuk untuk mendukung keselamatan dan ketertiban mobilisasi di wilayah desa, ke depan diharapkan dapat semakin berperan dalam mendukung kesiapsiagaan masyarakat menghadapi kondisi darurat.

Seiring dengan itu, dari masyarakat mulai muncul harapan agar ke depan setiap Pos Jaga Desa dapat dilengkapi kendaraan pemadam serba guna. Selain mendukung respons awal saat terjadi kebakaran, kendaraan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Salah seorang warga yang ditemui di sekitar lokasi menilai keberadaan kendaraan tersebut akan memberikan manfaat yang cukup luas bagi desa.
“Kalau ada kendaraan seperti itu tentu banyak manfaatnya. Sehari-hari bisa dipakai untuk penyiraman tanaman atau jalan kalau berdebu. Kalau ada kebakaran, bisa langsung digunakan membawa air dan membantu penanganan awal sambil menunggu petugas pemadam datang,” ujarnya.

Aspirasi tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian bersama Pemerintah Kabupaten Luwu dan MDA. Dengan kader yang semakin terlatih dan keberadaan Pos Jaga Desa di tengah masyarakat, dukungan sarana secara bertahap dinilai dapat semakin memperkuat kesiapsiagaan desa sekaligus memberikan manfaat dalam aktivitas sehari-hari masyarakat.

Kolaborasi FORDES MATAPPA, Pemerintah Kabupaten Luwu, MDA dan masyarakat diharapkan terus berkembang mengikuti kebutuhan nyata di lapangan. Dari menjaga keselamatan mobilisasi hingga memperkuat kemampuan menghadapi kondisi darurat, Kader Jaga Mobilisasi diharapkan semakin mampu mengambil peran dalam menjaga keselamatan masyarakat di desanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *