Enam Siswa SMA 10 Luwu Tumbang Usai Santap MBG, Satu Jalani Perawatan

Berita, Daerah88 Dilihat

Jpgluwu.com, LUWU – Sebanyak enam siswa SMA Negeri 10 Luwu di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, dilaporkan mengalami keluhan sakit perut setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dari enam siswa tersebut, satu orang harus mendapatkan perawatan di Puskesmas Bua karena mengalami keluhan diare.

Informasi mengenai kejadian tersebut diterima Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu pada Kamis (10/9/2026) sore.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu, dr. Rosnawary Basir, membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait adanya siswa yang mengalami keluhan kesehatan yang diduga setelah menyantap makanan di sekolah.

“Laporan ini sudah kami terima. Sementara ada satu orang siswa di Puskesmas Bua yang dirawat karena diare,” kata Rosnawary saat dikonfirmasi eksposindo, Kamis, 10 September 2026.

Menurutnya, keluhan yang dialami siswa tersebut diduga berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi di sekolah. Namun, pihaknya belum dapat memastikan penyebabnya sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Mungkin pengaruh sudah makan di sekolah,” ujarnya.

Untuk memastikan penyebab keluhan yang dialami para siswa, Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu akan menurunkan tim surveilans bersama tim kesehatan lingkungan pada Jumat (11/9/2026).

Tim tersebut akan melakukan penelusuran di lapangan sekaligus mengambil sampel untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Besok pagi tim surveilans Dinkes turun bersama tim kesehatan lingkungan. Mereka akan melakukan pemeriksaan dan mengambil sampel,” jelas Rosnawary.

Ia mengatakan, informasi mengenai kejadian tersebut baru diterima pihaknya pada Kamis sore sehingga pemeriksaan lapangan baru dapat dilakukan pada Jumat pagi.

“Besok mungkin saya konfirmasi kembali karena tim surveilans Dinkes besok pagi turun,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 10 Luwu saat dikonfirmasi media terkait adanya sejumlah siswa yang mengalami keluhan sakit perut usai menyantap MBG, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu masih menunggu hasil penelusuran dan pemeriksaan sampel untuk mengetahui apakah keluhan yang dialami para siswa berkaitan dengan makanan MBG atau faktor lainnya.

Hasil pemeriksaan tim surveilans dan kesehatan lingkungan nantinya akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.