Dugaan Sunat Dana BOK Puskesmas Ponrang Kembali Jadi Sorotan

Berita, Daerah, Nasional550 Dilihat

Jpgluwu.com, LUWU — Dugaan pemotongan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di lingkungan Puskesmas Ponrang kembali mencuat. Mantan Kepala Puskesmas Ponrang, Darwis, mengakui pernah melakukan pemotongan dana jasa BOK terhadap sejumlah pekerja selama dirinya menjabat.

Pengakuan itu disampaikan langsung Darwis saat dikonfirmasi terkait dugaan pemotongan dana BOK yang belakangan menjadi sorotan.

Menurut Darwis, pemotongan dana tersebut dilakukan untuk kebutuhan kegiatan tertentu di lingkungan puskesmas, seperti kegiatan lomba 17 Agustus dan kegiatan internal lainnya.

“Kalau itu yang dimaksud pemotongan, memang saya pernah lakukan. Dan saya akui, saya salah karena tidak memberikan penjelasan secara terbuka kepada para pekerja di Puskesmas Ponrang,” ungkap Darwis.

Pernyataan itu sekaligus memperkuat adanya pemotongan dana jasa BOK, meski penggunaannya disebut untuk kebutuhan kegiatan internal. Darwis juga mengakui tidak terbuka kepada pegawai terkait pemotongan tersebut.

Sementara itu, sumber menyebut pemotongan dana BOK berlangsung cukup lama selama kepemimpinan Darwis di Puskesmas Ponrang.

“Setiap bulan dipotong 15 persen. Sampai sekarang tidak jelas dipakai untuk apa,” ungkap salah satu sumber, Selasa (26/5/2026).

Padahal, dana BOK merupakan anggaran pemerintah yang diperuntukkan untuk menunjang pelayanan kesehatan masyarakat, baik kegiatan di dalam gedung maupun pelayanan luar gedung puskesmas. Dana tersebut semestinya digunakan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Meski demikian, Darwis membantah tudingan adanya pemotongan rutin sebesar 15 persen setiap bulan seperti yang disampaikan sejumlah sumber internal.

“Saya tidak pernah melakukan pemotongan sebesar 15 persen. Kalau memang saya melakukan pemotongan sebesar itu, mungkin saya sudah kaya,” tegasnya.

Ia menambahkan, selama bertugas di Puskesmas Ponrang dirinya hanya berupaya bekerja dengan baik dan membawa perubahan positif dalam pelayanan kesehatan di puskesmas tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu, dr. Rosnawary, ketika di konfirmasi via WhatsApp belum memberikan tanggapan terkait perihal tersebut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *