Dua Pekan Berlalu, Pelaku Tabrak Lari Anak Lima Tahun di Suli Masih Misterius

Berita, Daerah427 Dilihat

Jpgluwu.com, LUWU — Kasus tabrak lari yang terjadi di depan Toko Auly, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu, pada 22 September 2026 hingga kini masih menyisakan tanda tanya bagi keluarga korban.

Korban merupakan seorang anak berinisial ADKA (5), yang menjadi korban kecelakaan saat dalam perjalanan pulang mengaji pada sekitar pukul 13.30 Wita.

Akibat kejadian tersebut, ADKA mengalami luka serius. Ia mengalami patah tulang paha dan betis sebelah kanan serta luka pada bagian kepala sebelah kiri yang membutuhkan 15 jahitan.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kendaraan yang diduga menabrak korban merupakan mobil Grand Max berwarna putih. Kendaraan tersebut disebut memiliki ciri warna kuning pada bagian tertentu. Sementara nomor polisi yang sempat dikenali yakni B 9879 xxx.

Namun, hingga kini identitas kendaraan maupun pengemudinya belum diketahui secara pasti.

Usai kejadian, korban sempat mendapat perawatan di RSUD Batara Guru Belopa sebelum kemudian dirujuk ke RSUD Sawerigading Palopo untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Keluarga korban, Afriani, mengatakan pada hari kejadian, sekitar pukul 14.00 Wita lebih, salah seorang anggota keluarga yang mewakili kedua orang tua korban mendatangi Polres Luwu untuk melaporkan kejadian tersebut.

Namun hingga 8 Oktober 2026, keluarga mengaku masih menunggu perkembangan penyelidikan dan titik terang mengenai kendaraan maupun pengemudi yang diduga terlibat.

“Kami dari keluarga masih menunggu bagaimana perkembangan kasus ini. Kami berharap ada titik terang, karena sampai sekarang kendaraan dan orang yang menabrak belum diketahui,” ujar Afriani.

Menurut keluarga, berbagai upaya juga telah dilakukan untuk mencari petunjuk, termasuk menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Sejumlah CCTV telah diperiksa. Namun, beberapa kamera diketahui mengalami kerusakan sehingga tidak seluruhnya dapat memberikan rekaman yang dibutuhkan.

Salah satu rekaman CCTV yang diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kendaraan juga telah diperiksa. Akan tetapi, menurut keluarga, rekaman tersebut belum diperlihatkan secara langsung kepada pihak keluarga.

“Kami juga sudah berusaha mencari CCTV di sekitar lokasi. Ada yang rusak, ada juga yang sudah diperiksa. Kami berharap kalau memang ada rekaman yang bisa memperlihatkan kendaraan atau ciri-cirinya, itu bisa membantu mengungkap kejadian ini,” kata Afriani.

Pihak yang memeriksa rekaman tersebut, lanjut keluarga, menyampaikan bahwa sejumlah kendaraan yang terparkir di sekitar lokasi menghalangi pandangan kamera. Kondisi itu membuat kendaraan yang diduga menabrak korban belum terlihat secara jelas.

Sementara itu, kondisi korban hingga kini belum sepenuhnya pulih. Setelah menjalani perawatan dan pemasangan gips, Alba masih menjalani pemulihan di rumah.

Keluarga menyebut korban masih harus menjalani kontrol medis pada 19 Oktober 2026 untuk mengetahui perkembangan kondisi tulang yang mengalami patah.

“Alba sampai sekarang belum bisa duduk seperti biasanya. Masih sakit dan hampir setiap malam menangis karena menahan rasa sakit,” ungkap keluarga.

Kondisi tersebut membuat keluarga berharap proses penyelidikan dapat segera menemukan titik terang. Mereka berharap kendaraan beserta pengemudi yang diduga terlibat dapat ditemukan sehingga peristiwa yang menimpa Alba dapat diketahui secara jelas dan diproses sesuai ketentuan hukum.

“Kami hanya ingin ada kejelasan. Kami berharap siapa pun yang mengetahui kejadian ini bisa memberikan informasi kepada pihak kepolisian. Kalau ada yang melihat kendaraan dengan ciri-ciri tersebut atau memiliki rekaman CCTV, kami sangat berharap bisa membantu,” tutur Afriani.

Keluarga juga berharap masyarakat yang mengetahui atau memiliki informasi mengenai kejadian tabrak lari tersebut dapat menyampaikannya kepada pihak kepolisian agar kasus yang menimpa anak berusia lima tahun itu dapat segera terungkap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *