DLH Luwu Dorong Kesadaran Lingkungan Lewat Tempat Sampah Terpilah di Momen Nataru

Berita, Daerah633 Dilihat


Jpgluwu.com, LUWU – Senin (23/12/2025) – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Luwu mengambil langkah konkret untuk menjaga kebersihan lingkungan. Salah satunya, dengan menyalurkan tempat sampah terpilah di sejumlah posko pengamanan Nataru.


Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar peduli terhadap pengelolaan sampah selama momen perayaan yang biasanya meningkatkan volume sampah secara signifikan. Kepala Bidang Persampahan DLH Kabupaten Luwu menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan lestari.


“Dengan adanya tempat sampah terpilah di posko-posko pengamanan, kami berharap masyarakat tidak hanya membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga memilah sampah sesuai jenisnya. Hal ini akan mempermudah pengelolaan limbah dan mengurangi dampak pencemaran lingkungan,” kata Kepala Bidang Persampahan DLH Luwu.


Data DLH menunjukkan, timbulan sampah selama periode Nataru bisa meningkat dua hingga tiga kali lipat dibanding hari biasa. Botol plastik sekali pakai menjadi salah satu penyumbang utama sampah yang sulit terurai dan dapat merusak lingkungan. Karena itu, DLH mendorong masyarakat untuk mengurangi penggunaan botol plastik.


Selain penyaluran tempat sampah terpilah, DLH juga melakukan sosialisasi kepada petugas posko dan masyarakat mengenai cara memilah sampah yang benar, pentingnya mendaur ulang sampah rumah tangga, serta menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
Salah seorang warga yang ditemui di posko pengamanan menyambut baik langkah DLH.

“Dengan adanya tempat sampah terpilah, kami lebih mudah membuang sampah sesuai jenisnya. Semoga masyarakat lain juga ikut sadar menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.


DLH berharap, kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah tidak hanya meningkat saat Nataru, tetapi juga menjadi kebiasaan sehari-hari. Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat diyakini dapat meminimalkan dampak pencemaran lingkungan dan mewujudkan Kabupaten Luwu sebagai daerah yang bersih, sehat, dan lestari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *