Dinkes Luwu Dugaan Pemotongan Dana BOK di Ponrang

Berita, Daerah72 Dilihat

Jpgluwu.com, LUWU — Kepala Puskesmas Kecamatan Ponrang diduga melakukan pemotongan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) sebesar 10 persen setiap bulan. Dugaan tersebut diduga berlangsung selama tiga bulan terakhir.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pemotongan dilakukan terhadap jasa dana BOK yang diterima setiap bulannya. Padahal, dana BOK diketahui merupakan anggaran pemerintah yang diperuntukkan mendukung operasional pelayanan kesehatan, baik di dalam gedung maupun di luar gedung puskesmas.

Dana tersebut umumnya digunakan untuk menunjang berbagai kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat, seperti pelayanan promotif dan preventif, kegiatan posyandu, kunjungan lapangan, penyuluhan kesehatan, pelayanan ibu dan anak, hingga operasional tenaga kesehatan dalam menjalankan program di wilayah kerja puskesmas.

Sumber internal mengungkapkan, pemotongan jasa BOK sebesar 10 persen dilakukan setiap bulan dan dinilai bertentangan dengan regulasi pengelolaan dana BOK yang berlaku.

“Pemotongan jasa BOK 10 persen tiap bulan dilakukan oleh kapus. Peruntukan pemotongan jasa itu juga tidak jelas,” ujar sumber kepada media, Kamis, 21/5/2026

Sumber itu mempertanyakan ke mana alokasi hasil pemotongan tersebut digunakan.

Ia juga menyoroti apakah kebijakan itu diketahui oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu atau murni inisiatif pihak kepala puskesmas.

“Yang jadi pertanyaan, pemotongan itu untuk apa, Apakah diketahui kepala dinas kesehatan atau hanya inisiatif kapus sendiri,” tambahnya.

Dugaan tersebut kini menjadi perhatian karena dana BOK merupakan anggaran yang bersumber dari pemerintah dan penggunaannya telah diatur secara khusus dalam petunjuk teknis Kementerian Kesehatan.

Setiap penggunaan maupun pembagian jasa dana BOK seharusnya dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kepala Puskesmas Kecamatan Ponrang, Simon Kondo, membantah tudingan tersebut diarahkan kepadanya.

Ia menjelaskan bahwa dugaan pemotongan yang disebut telah berjalan selama tiga bulan itu terjadi sebelum dirinya menjabat sebagai kepala puskesmas.

“Terima kasih atas infonya pak. Saya jelaskan bahwa info yang bapak sampaikan sudah tiga bulan berjalan, sementara saya baru satu bulan menjabat. Jadi mungkin kita salah sasaran,” tulis Simon Kondo dalam pesan WhatsApp, Kamis (21/5/2026).

Simon juga mengaku terbuka jika media ingin melakukan konfirmasi secara langsung di ruang kerjanya maupun melalui pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu.

“Saya terbuka pak kalau mau konfirmasi langsung sama saya di ruangan saya. Hubungi saja saya kalau mau datang, saya atur waktu, atau sama ibu kadis,” lanjutnya

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu, dr. Rosnawary, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima informasi terkait dugaan pemotongan dana BOK tersebut.

Namun, ia menegaskan bahwa tidak ada arahan dari dinas kesehatan terkait pemotongan dana BOK di seluruh puskesmas.

“Terkait pemotongan BOK dan lain-lain di puskesmas, kami dari dinas kesehatan tidak ada arahan terkait hal tersebut. Kami juga sudah konfirmasi ke semua puskesmas bahwa tidak ada pemotongan yang dimaksud,” ujar dr. Rosnawary.

Menurutnya, pihak dinas kesehatan juga telah meminta klarifikasi langsung kepada Kepala Puskesmas Ponrang terkait persoalan tersebut.

“Untuk pemotongan di Puskesmas Ponrang, kami sudah meminta klarifikasi dari Kapus Ponrang dan beliau menyampaikan bahwa pemotongan yang sebelumnya diperuntukkan untuk pembayaran jasa dokter, tenaga non paruh waktu, serta cleaning service di puskesmas,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *