BPBD Luwu Apresiasi Langkah PT Masmindo Bangun Kesiapsiagaan Bencana di Desa

Berita, Daerah91 Dilihat

Jpgluwu.com, LUWU – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu memberikan apresiasi kepada PT Masmindo Dwi Area atas inisiatifnya melaksanakan program pendampingan pembentukan Desa Siaga Tangguh Bencana (Destana) di wilayah Kabupaten Luwu. Destana ini merupakan program kolaborasi PT MDA bersama Pusat Studi Pemetaan dan Bencan (Puspena) Universitas Cokroaminoto Palopo.

Kepala BPBD Kabupaten Luwu, Andi Tenriesa menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bentuk nyata kolaborasi dalam upaya pengurangan risiko bencana yang melibatkan berbagai unsur atau pendekatan pentahelix.

“Saya pribadi dan selaku Kepala BPBD Kabupaten Luwu sangat mengapresiasi adanya program dari PT Masmindo Dwi Area yang melakukan kegiatan dan pendampingan pembentukan Desa Siaga Tangguh Bencana. Ini merupakan langkah positif dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana,” ujarnya, Senin, 6 Juli 2026.

Ia menjelaskan, mitigasi bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, masyarakat, hingga organisasi sosial.

“Mitigasi dalam penanggulangan bencana merupakan kegiatan pentahelix, yaitu melibatkan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, masyarakat, serta organisasi sosial lainnya. Pemerintah memiliki keterbatasan, sehingga dukungan dari seluruh elemen sangat dibutuhkan,” katanya.

Menurutnya, BPBD Kabupaten Luwu berperan sebagai koordinator lintas sektor untuk mendorong terbentuknya Desa Siaga Tangguh Bencana di setiap desa. Program tersebut selanjutnya akan dikembangkan ke tingkat kecamatan melalui pembentukan Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana).

“Kami melalui BPBD mengoordinasikan seluruh lintas sektor, baik pemerintah maupun swasta, agar di setiap desa dapat terbentuk Destana. Selanjutnya akan ditingkatkan menjadi Kecamatan Tangguh Bencana atau Kencana,” jelasnya.

BPBD Kabupaten Luwu juga membuka kesempatan bagi desa-desa lain yang ingin membentuk Destana. Pihaknya siap memberikan pelatihan, pendampingan, serta memfasilitasi proses pembentukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana.

“Apabila ada desa yang ingin membentuk Destana, kami di BPBD siap melatih dan memfasilitasinya. Harapannya, semakin banyak desa yang memiliki kapasitas tangguh sehingga risiko bencana dapat diminimalkan melalui kesiapsiagaan masyarakat,” tutupnya. (*)