Belopa Banjir Warga Pertanyakan Langkah Camat di Lapangan

Berita, Daerah493 Dilihat

Jpgluwu.com, LUWU – Kinerja Camat Belopa menjadi sorotan publik setelah banjir merendam puluhan rumah warga dan sejumlah fasilitas pemerintah di Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, Minggu (17/5/2026).

Banjir yang terjadi sejak pukul 05.35 WITA itu dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Luwu sejak dini hari hingga subuh.

Genangan air merendam permukiman warga di Kelurahan Senga dan Desa Senga Selatan dengan tinggi muka air mencapai 30 hingga 50 sentimeter.

Sejumlah warga mempertanyakan respons cepat pemerintah kecamatan dalam penanganan banjir yang kembali terjadi di wilayah tersebut.

Menurut warga, selama menjabat sebagai Camat Belopa, sosok camat dinilai aktif turun ke masyarakat dalam kegiatan koordinasi, silaturahmi hingga gotong royong bersama warga yang kerap dipublikasikan melalui media sosial. Namun saat banjir terjadi hingga sehari setelah kejadian, warga mengaku tidak pernah melihat Camat Belopa turun langsung ke lokasi banjir.

Padahal, salah satu titik banjir berada tepat di depan Kantor Camat Belopa.

“Biasanya aktif di media sosial dan kegiatan masyarakat, tapi waktu banjir sampai sekarang tidak terlihat di lokasi,” ujar salah seorang warga.

Saat dikonfirmasi media melalui pesan WhatsApp Camat Belopa Abdul Latif akhirnya angkat bicara terkait banjir yang merendam puluhan rumah warga dan sejumlah fasilitas pemerintah di wilayah Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, Minggu (17/5/2026).

Abdul Latif menjelaskan, berdasarkan hasil mitigasi dan pemantauan lapangan, meluapnya air di beberapa wilayah Kecamatan Belopa disebabkan oleh sejumlah faktor.

Menurutnya, salah satu penyebab utama yakni adanya penutupan saluran drainase di beberapa titik, alih fungsi saluran air atau drainase, serta pendangkalan drainase yang menghambat aliran air.

“Kondisi tersebut diperparah dengan tingginya curah hujan sehingga menyebabkan air meluap ke badan jalan maupun permukiman warga di wilayah Senga dan Senga Selatan,” ujar Abdul Latif.

Ia mengatakan, Pemerintah Kecamatan Belopa juga telah mengambil langkah administratif melalui surat resmi kepada seluruh pemerintah kelurahan dan desa agar melakukan pendataan rumah masyarakat maupun fasilitas umum yang saluran air atau drainasenya tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Data tersebut, kata dia, diperlukan sebagai dasar tindak lanjut dalam pengembalian fungsi saluran air dan drainase guna meminimalisir terjadinya banjir di kemudian hari.

“Tindak lanjut ini penting agar penanganan bisa dilakukan secara tepat dan menyeluruh,” katanya.

Abdul Latif juga menjelaskan bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 225 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2018 tentang Kecamatan, salah satu tugas camat adalah melaksanakan koordinasi penyelenggaraan pemerintahan, ketenteraman dan ketertiban umum, serta koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait penanganan permasalahan di wilayah kecamatan.

Sehubungan dengan hal tersebut, lanjutnya, saat ini telah ada arahan langsung dari Bupati Luwu melalui rapat koordinasi bersama OPD teknis guna percepatan penanganan drainase, normalisasi saluran air, serta langkah antisipasi banjir di wilayah Kecamatan Belopa.

“Dalam waktu dekat juga akan dilakukan peninjauan lapangan oleh masing-masing OPD teknis terkait,” tutupnya.

Berdasarkan laporan sementara Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Luwu, sejumlah titik terdampak banjir meliputi Perumahan Limpujang, Lingkungan Jawaro, Kantor Polres Luwu, Kantor BPBD Kabupaten Luwu, Dusun Kalobang dan Dusun Mangaliali.

Data sementara mencatat sekitar 25 unit rumah di Perumahan Limpujang Lingkungan Batumurung terendam banjir. Di Lingkungan Jawaro sekitar 10 unit rumah terdampak, sementara di Desa Senga Selatan sekitar 15 unit rumah ikut terendam.

Selain rumah warga, sejumlah fasilitas pemerintah juga terdampak genangan, termasuk Kantor BPBD Kabupaten Luwu dan Kantor Polres Luwu.

“Sementara bikin laporan ini, titik luapan banjir di Perumahan Limpujang Belopa, kantor BPBD, kantor Polres Luwu, rumah penduduk di belakang kantor BPBD Desa Senga Selatan, itu laporan sementara,” ujar Kepala BPBD Luwu, Andi Tenriesa.

BPBD Kabupaten Luwu bersama unsur terkait telah melakukan kaji cepat, koordinasi lapangan, serta membantu warga membersihkan sampah yang menghambat aliran drainase.

Meski demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak Kecamatan Belopa terkait langkah penanganan maupun antisipasi banjir di wilayah tersebut.

Pusdalops BPBD Kabupaten Luwu menyebutkan kondisi banjir saat ini mulai berangsur surut. Namun masyarakat tetap diminta waspada karena cuaca di Kabupaten Luwu masih berpotensi hujan sedang hingga lebat berdasarkan informasi BMKG.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *