Andi Palanggi Tekankan Kepemimpinan, Disiplin dan Tanggung Jawab Guru

Berita, Daerah64 Dilihat

LUWU – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu, Andi Palanggi, S.STP., MM, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan kompetensi kepala sekolah serta guru dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di sekolah.
Hal tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi PMNI, Literasi dan Numerasi, serta Digitalisasi Pembelajaran melalui BOS Kinerja yang berlangsung di SDN 631 Rumaju 2, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu, Rabu (16/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 35 peserta yang terdiri atas kepala sekolah dan guru.
Dalam sambutannya, Andi Palanggi menegaskan bahwa kepala sekolah memiliki posisi penting sebagai pemimpin pembelajaran. Kepala sekolah diharapkan mampu berada di depan dalam menggerakkan dan memberikan contoh kepada seluruh warga sekolah.
Ia mengibaratkan pemimpin seperti seorang pemimpin dalam barisan yang berada di depan dan menjadi contoh bagi yang dipimpin. Menurutnya, setiap orang memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda, ada yang tegas dan ada pula yang lebih lembut. Namun, yang terpenting adalah adanya kejelasan dalam memberikan arahan serta kemampuan menggerakkan orang-orang yang dipimpin.
Kepala Dinas juga mengingatkan pentingnya keterlibatan guru dalam pengelolaan dan pengembangan sekolah. Berbagai kebutuhan dan persoalan sekolah perlu dibahas bersama agar program yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan sekolah. Ia menekankan agar hasil pembahasan dan rekomendasi pendidikan dapat menjadi dasar dalam menentukan intervensi serta perencanaan sekolah.
Selain itu, Andi Palanggi menyoroti pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas. Menurutnya, hak yang diterima sebagai tenaga pendidik harus diiringi dengan pelaksanaan kewajiban secara bertanggung jawab.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan kepala sekolah dan guru agar bijak menggunakan media sosial. Menurutnya, apa yang disampaikan melalui media sosial dapat tersebar luas, sehingga setiap warga sekolah perlu menjaga sikap dan menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.
Terkait kedisiplinan kehadiran, Kepala Dinas turut mendorong pemanfaatan sistem digital sebagai alat untuk memastikan kehadiran guru dan tenaga kependidikan di sekolah. Namun, ia menegaskan bahwa penggunaan teknologi tetap harus dibarengi kesadaran dan tanggung jawab pribadi.
“Alat ini sebenarnya cuma untuk memastikan bahwa kita berada di sekolah. Tetapi walaupun alat ini ada, kalau dari dalam diri kita memang tidak ada kesadaran, tentu tidak akan maksimal,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Andi Palanggi berharap kegiatan Bimtek tersebut tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan peserta, tetapi dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kompetensi dan kualitas sekolah.
Ia mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh dan membawa hasil pembelajaran dari Bimtek untuk diterapkan di sekolah masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *