Amek, Ketika Polisi Hadir dengan Sentuhan Kemanusiaan

Berita, Daerah219 Dilihat

Jpgluwu.com, LUWU – Momentum Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat sosok anggota Satlantas Polres Luwu yang selama bertahun-tahun dikenal luas karena keramahan, kepedulian dan kedekatannya dengan masyarakat.

Dia adalah Aiptu Andi Makkaterru, anggota Unit Turjawali Satlantas Polres Luwu yang akrab disapa Amek oleh rekan, sahabat, jurnalis, pelajar hingga masyarakat yang mengenalnya.

Bagi banyak orang di Kabupaten Luwu, Amek bukan sosok polisi yang hanya dikenal ketika berada di tengah jalan menjalankan tugas. Kepribadiannya yang ramah, rendah hati dan mudah bergaul membuat dirinya dikenal di berbagai kalangan.

Mulai dari pejabat daerah, politisi, tokoh masyarakat, jurnalis, mahasiswa, pelajar hingga masyarakat biasa, banyak yang mengenal sosok Amek sebagai anggota polisi yang mudah diajak berkomunikasi.

Kedekatan tersebut dibangun bukan karena jabatan, melainkan melalui sikap dan kepeduliannya dalam berinteraksi dengan masyarakat.

Amek juga dikenal sebagai anggota polisi yang kerap turun langsung membantu masyarakat ketika terjadi bencana alam di wilayah Kabupaten Luwu.

Salah satu momen yang paling dikenang adalah ketika dirinya terlibat dalam proses evakuasi warga saat bencana banjir di Kecamatan Suli beberapa tahun lalu. Dalam sebuah foto yang diabadikan seorang wartawan di Luwu, Amek terlihat menggendong seorang lansia untuk membantu proses evakuasi dari lokasi terdampak banjir.

Foto tersebut bahkan pernah meraih juara pertama dalam kontes foto polisi humanis yang digelar Polres Luwu beberapa tahun lalu.

Momen itu seolah menggambarkan sosok Amek yang selama ini dikenal masyarakat: polisi yang hadir bukan hanya untuk menegakkan aturan, tetapi juga membantu dan melindungi masyarakat dalam situasi sulit.

Di bidang lalu lintas, Amek juga dikenal dekat dengan kalangan pelajar, baik siswa SMP maupun SMA.

Saat melaksanakan tugas di jalan, dirinya tidak hanya mengedepankan penindakan. Edukasi dan pendekatan persuasif menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas, khususnya ketika berhadapan dengan pelajar.

Amek kerap memberikan pemahaman secara langsung mengenai pentingnya tertib berlalu lintas, penggunaan helm, kelengkapan kendaraan serta keselamatan ketika berada di jalan raya.

Pendekatan humanis tersebut membuat banyak pelajar tidak merasa takut ketika berinteraksi dengannya. Bahkan, tidak sedikit pelajar yang kemudian menjalin pertemanan dan tetap menyapa Amek ketika bertemu di luar tugas.

“Kalau kita bisa memberikan pemahaman dengan cara yang baik, tentu akan lebih mudah diterima. Tujuan utama kita adalah keselamatan masyarakat,” menjadi prinsip yang melekat dalam pelaksanaan tugasnya.

Kedekatan yang sama juga terlihat dengan kalangan jurnalis. Amek dikenal cukup akrab dengan para wartawan di Luwu dan tidak segan berkomunikasi maupun membantu ketika diperlukan dalam konteks tugas dan pelayanan masyarakat.

Di balik sosoknya yang ramah dan mudah bergaul, Amek tetap dikenal sebagai anggota Polri yang disiplin dan tegas dalam melaksanakan tugas.

Pimpinan dan rekan-rekannya mengenal Amek sebagai personel yang patuh terhadap aturan, loyal kepada pimpinan serta bertanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai anggota kepolisian.

Sikap humanis yang ditunjukkannya kepada masyarakat tidak mengurangi ketegasannya ketika menjalankan tugas di lapangan.

Justru, bagi Amek, keramahan dan ketegasan merupakan dua hal yang dapat berjalan bersama.

Sebagai anggota Unit Turjawali Satlantas Polres Luwu, dirinya tetap menjalankan tugas pengaturan, penjagaan dan patroli lalu lintas dengan disiplin.

Pria kelahiran Wajo tahun 1978 itu telah mengabdikan dirinya selama sekitar 26 tahun di Polres Luwu.

Selama lebih dari dua dekade, perjalanan pengabdiannya membuat Amek dikenal oleh berbagai lapisan masyarakat di Kabupaten Luwu.

Di luar kedinasan, kehidupan Amek juga dikenal sederhana. Ia merupakan ayah dari enam orang anak.

Kesederhanaan dalam kehidupan sehari-hari menjadi salah satu karakter yang membuat dirinya tetap dekat dengan masyarakat meski telah puluhan tahun berdinas sebagai anggota Polri.

Bagi Amek, menjadi anggota polisi bukan semata-mata tentang seragam dan kewenangan, tetapi juga tentang bagaimana kehadiran seorang polisi dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Amek mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Luwu untuk bersama-sama membangun budaya tertib berlalu lintas.

Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bukan hanya untuk menghindari sanksi, tetapi yang paling utama adalah menjaga keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Ia berharap masyarakat semakin sadar bahwa keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama.

Pada momentum Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 tahun ini dengan tema “Satlantas Hadir Bersama Masyarakat, Mewujudkan Keselamatan Menuju Indonesia Makmur.”

Tema tersebut menjadikan Amek untuk tetap semangat dan sejalan dengan pengabdian Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat.

Polri senantiasa hadir, bekerja, melindungi, serta mengabdi dengan sepenuh hati kepada rakyat, bangsa dan negara.

Sosok Amek menjadi salah satu gambaran bahwa wajah kepolisian tidak hanya hadir melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui keramahan, kepedulian, keteladanan dan kemauan untuk berada bersama masyarakat.