Air Terbatas Tak Halangi Panen Petani Balla, MDA Diharapkan Perkuat Sektor Pertanian

Berita, Nasional187 Dilihat

Jpgluwu.com, LUWU – Dukungan PT Masmindo Dwi Area (MDA) terhadap masyarakat Desa Balla, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, mendapat apresiasi dari Dinas Pertanian Kabupaten Luwu.

Dukungan perusahaan dinilai dapat diperluas ke sektor pertanian, menyusul keberhasilan kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga produktivitas petani di tengah musim kemarau dan kekeringan.

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana (PSP) Dinas Pertanian Kabupaten Luwu, Hidayat Ilyas, mengatakan perhatian MDA terhadap masyarakat Desa Balla merupakan bagian penting dari kolaborasi lintas sektor.

“Semoga ini kita tetap pertahankan dan kita berikan apresiasi kepada MDA. Selama ini, setelah kita lihat dan mendengarkan langsung, atensinya luar biasa kepada keluarga yang ada di Desa Balla, Kecamatan Bajo secara umum,” kata Hidayat saat menghadiri panen raya di Desa Balla, Rabu (30/9/2026).

Menurut Hidayat, keberhasilan petani mempertahankan produksi di tengah kekeringan tidak terlepas dari kerja bersama berbagai pihak, mulai dari kelompok tani, pemerintah desa, penyuluh pertanian, petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (OPT), PSDA, Kementerian Pertanian hingga MDA.

Ia mengatakan, pengelolaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga tanaman padi hingga memasuki masa panen.

“Walaupun kita dilanda kekeringan, alhamdulillah panen yang dirasakan oleh keluarga di sini hasilnya melebihi dari panen sebelumnya,” ujarnya.

Hidayat berharap dukungan MDA terhadap masyarakat dapat terus berlanjut, khususnya dalam memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan keluarga petani.

“Semoga di musim tanam yang selanjutnya ini, harapan-harapan kita bisa terwujud. Sehingga ujung dari semua yang kita lakukan ini, keluarga petani menjadi jauh lebih baik dan peningkatan kesejahteraan itu bisa bertambah,” tuturnya.

Kepala Desa Balla: Dukungan MDA Akan Dikembangkan ke Pertanian
Kepala Desa Balla, Baso Jima, mengatakan pemerintah desa juga akan melibatkan MDA dalam pengembangan sektor pertanian di wilayahnya.

Menurut Baso, dukungan perusahaan tidak hanya diarahkan pada satu sektor, tetapi diharapkan dapat mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat, termasuk yang berkaitan dengan pertanian.

“Berkaitan dengan perusahaan MDA di desa kami, kami juga mengikutkan nanti dalam hal ini untuk sektor pertanian, baik dari sumber daya manusianya, yakni meng-cover sektor pertanian,” kata Baso.

Baso mengatakan, sebelumnya MDA juga telah memberikan dukungan terhadap sektor peternakan dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kalau kemarin-kemarin ini, alhamdulillah sektor peternakan sudah ada bantuan. Kemudian UMKM dengan BLK sudah diturunkan bantuan untuk pelatihan dari MDA,” ujarnya.

Kedepan, pemerintah Desa Balla berharap dukungan tersebut dapat dikembangkan sehingga sektor pertanian juga mendapat perhatian, terutama dalam peningkatan kapasitas petani dan penguatan sumber daya manusia.

Menurut Baso, dukungan terhadap sektor pertanian menjadi penting karena mayoritas masyarakat Desa Balla memiliki keterkaitan dengan aktivitas pertanian.

Panen 7,5 Ton per Hektare
Sebelumnya, Baso mengatakan hasil panen raya padi di Desa Balla tahun ini mencapai sekitar 7,5 ton per hektare, atau sekitar 60 karung.

Hasil tersebut dinilai cukup baik meski petani menghadapi musim kemarau panjang dan kekeringan.

Baso mengatakan, pemerintah desa bersama kelompok tani dan sejumlah pihak melakukan berbagai upaya untuk menjaga ketersediaan air, termasuk pengaturan distribusi air irigasi dan pompanisasi.

Sekitar 10 hektare lahan yang terdampak kekeringan juga disebut berhasil ditangani sehingga tanaman tetap dapat tumbuh hingga masa panen.

“Alhamdulillah, kami di Desa Balla bekerja sama dengan kelompok tani. Kemudian Babinsa, Ibu Camat dan stakeholder lainnya, BPP, turun berkolaborasi dan bekerja sama menangani pertanian pada saat musim kemarau,” kata Baso.

Keberhasilan tersebut kemudian menjadi dasar bagi pemerintah desa dan petani untuk menyiapkan musim tanam berikutnya. Hasil tudang sipulung yang digelar bersama petani juga telah menentukan jadwal tanam dengan target penanaman tidak melewati Desember 2026.

Baso mengatakan, pengaturan debit air dari hulu ke hilir tetap menjadi langkah utama untuk menghadapi kondisi kemarau yang masih berlangsung. Pompanisasi juga disiapkan sebagai solusi apabila pasokan air kembali mengalami kendala.