Ahmad Gazali Buka Pasanggiri Persinas ASAD, Dorong Lahirnya Pesilat Berprestasi

Berita, Daerah127 Dilihat

Jpgluwu.com, LUWU – Ketua DPRD Kabupaten Luwu, Ahmad Gazali, S.E., menghadiri sekaligus membuka Festival Bela Diri Pencak Silat Pasanggiri Persinas ASAD Kabupaten Luwu yang digelar di Gedung Pondok Mini LDII, Belopa, Minggu (18/10/2026).

Kegiatan ini menjadi ajang pembinaan atlet sekaligus upaya melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa yang mengandung nilai kedisiplinan, sportivitas, persaudaraan, dan pembentukan karakter generasi muda.

Dalam sambutannya, Ahmad Gazali menekankan pentingnya menanamkan karakter luhur dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, nilai-nilai tersebut perlu terus diperkuat di tengah berbagai tantangan moral yang dihadapi generasi muda.

Ia menilai, pencak silat tidak sekadar mengajarkan keterampilan bela diri, tetapi juga membentuk kepribadian, termasuk menanamkan sikap hormat kepada orang tua dan menghargai sesama.

“Tema ini cukup menarik. Ada satu hal yang ingin saya garis bawahi, yaitu karakter luhur. Terkadang kita mulai kehilangan nilai-nilai tersebut, salah satunya ketika anak tidak lagi menghormati orang tuanya. Karena itu, pembentukan karakter harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Ahmad Gazali juga mengingatkan bahwa kompetisi pencak silat tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan dan prestasi. Lebih dari itu, pertandingan harus menjadi sarana untuk menanamkan kejujuran, kedisiplinan, sportivitas, serta mempererat persaudaraan antarpesilat.

Ia berharap festival tersebut dapat melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Luwu dalam berbagai kejuaraan, baik di tingkat regional maupun nasional.

Menurutnya, setiap peserta harus mampu menyikapi hasil pertandingan dengan bijaksana. Atlet yang meraih kemenangan diharapkan tetap rendah hati, sedangkan mereka yang belum berhasil hendaknya menjadikan pengalaman bertanding sebagai motivasi untuk meningkatkan kemampuan.

“Melalui kompetisi ini, kita tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga menjaga kelestarian adat, budaya, dan tradisi. Jadikan pertandingan ini sebagai sarana mempererat silaturahmi dan membangun karakter yang baik,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Persinas ASAD Kabupaten Luwu, Chairuddin, S.H., yang akrab disapa Heru Patompo, mengatakan bahwa festival tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga eksistensi pencak silat sebagai warisan budaya bangsa sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan atlet.

Ia menjelaskan, pencak silat tidak hanya mengajarkan teknik bela diri, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, kebersamaan, sportivitas, dan sikap saling menghormati.

Berdasarkan data panitia, sekitar 750 peserta terdaftar dalam kegiatan tahun ini. Mereka berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga kategori putri dan dewasa.

Selain pertandingan yang berlangsung pada pagi hari, panitia juga menjadwalkan seremoni pada sore hari. Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat semakin memperkenalkan pencak silat kepada masyarakat luas, khususnya di Kabupaten Luwu.

Chairuddin menambahkan, festival tersebut menjadi kesempatan bagi para pesilat untuk mengasah kemampuan sekaligus mengenal dan melestarikan beragam jurus pencak silat yang berkembang di Indonesia, termasuk jurus khas dari masing-masing perguruan.

Dalam kesempatan tersebut, Chairuddin juga menyampaikan bahwa Persinas ASAD Kabupaten Luwu terus melakukan pembinaan atlet untuk menghadapi berbagai kompetisi olahraga.

Sejumlah atlet telah dipersiapkan untuk mengikuti kejuaraan tingkat provinsi yang berlangsung di wilayah Wajo dan Bone. Berdasarkan keterangan yang disampaikan, empat atlet akan mewakili Kabupaten Luwu dalam ajang tersebut.

Selain melakukan pembinaan atlet di daerah sendiri, Persinas ASAD Kabupaten Luwu turut berkontribusi dalam pembinaan atlet dari Kabupaten Wajo. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pesilat sekaligus memperkuat kerja sama pembinaan olahraga antardaerah.

Chairuddin juga menyebutkan bahwa pesilat Persinas ASAD Luwu telah memiliki pengalaman berkompetisi di tingkat nasional. Sejumlah atlet disebut pernah mewakili Sulawesi Selatan pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS), Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS), hingga Pekan Olahraga Nasional (PON).

Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk terus meningkatkan kualitas atlet melalui pembinaan berkelanjutan, peningkatan kemampuan teknik, serta penambahan jam terbang dalam pertandingan.

Pihaknya berharap festival ini dapat menjadi wadah bagi pesilat dari berbagai kelompok usia untuk mengembangkan potensi, menambah pengalaman bertanding, dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.

Tidak hanya berfokus pada pertandingan, Persinas ASAD Kabupaten Luwu juga menggelar kegiatan jalan santai sebagai bagian dari rangkaian festival.

Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan semangat kebersamaan, mempererat hubungan antaranggota dan masyarakat, serta menjaga kesehatan dan kebugaran jasmani.

Sejumlah unsur organisasi turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya dewan pembina dan dewan penasihat Persinas ASAD Kabupaten Luwu, Ketua Porsgi, Ketua LDII, Ketua Sako Pramuka, Ketua Senkom Kabupaten Luwu, jajaran pengurus organisasi pencak silat, para pelatih, dewan juri, serta para peserta.

Melalui penyelenggaraan festival ini, Persinas ASAD Kabupaten Luwu berharap pencak silat semakin berkembang sebagai cabang olahraga prestasi sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter, penguatan persaudaraan, dan pelestarian budaya bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *