Abdul Muis Dukung Program 8 Juta Bibit Kakao Tekankan Distribusi Berbasis Desa

Berita, Daerah, Hukum437 Dilihat

Jpgluwu.com, LUWU – Abdul Muis Dorong Distribusi Adil Program 8 Juta Bibit Kakao di Luwu
Mendukung program penanaman 8 juta bibit kakao dari Kementerian Pertanian, Abdul Muis mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dengan petani ahli kakao dan perusahaan melalui skema distribusi bibit yang adil, merata, dan berbasis desa.


Hal tersebut disampaikan Abdul Muis saat berada di Desa Buntu Karya, Dusun Rewang, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu.

Muis yang dikenal sebagai dokter kakao desa menilai kakao merupakan komoditas strategis yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
Ia membandingkan hasil pertanian sawah dan kakao. Menurutnya, lahan kakao seluas seperempat hektare mampu memberikan pendapatan lebih tinggi, dengan masa panen yang dapat dilakukan setiap dua minggu setelah masa tanam sekitar sembilan bulan.


Muis menyatakan dukungan penuh terhadap program 8 juta bibit kakao. Namun, ia berharap pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada jumlah bibit, tetapi juga memperhatikan mekanisme distribusi yang melibatkan para ahli kakao dan pelaku pembibitan di tingkat desa.
“Pemberdayaan ahli kakao desa dalam proses perkecambahan hingga penyaluran bibit sangat penting untuk mencegah monopoli distribusi dan memastikan kualitas bibit yang diterima petani,” ujarnya.


Menurut Muis, jika pembagian bibit melibatkan ahli kakao desa, maka manfaat program tersebut dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat.
Selain itu, ia juga mendorong perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Luwu untuk berkontribusi melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR). Ia menilai penyaluran bibit kakao melalui CSR akan memperkuat dan menyelaraskan program pemerintah daerah.


“Kalau program bupati didukung oleh CSR perusahaan, dampaknya akan jauh lebih besar bagi petani kakao di Luwu,” tambahnya.
Sebelumnya, Bupati Luwu memaparkan program bantuan tersebut saat kegiatan penanaman perdana bibit kakao di Desa Tallang.

Bupati Luwu H. Patahudding dalam sambutannya menjelaskan bahwa pada tahun 2025 Pemerintah Kabupaten Luwu menyalurkan bantuan bibit perkebunan dalam jumlah besar. Bantuan tersebut meliputi 127.000 bibit kakao, 13.000 bibit durian, serta bibit alpukat untuk mendukung peningkatan produksi dan ketersediaan komoditas pasar.


“Bantuan bibit ini kita berikan agar masyarakat memiliki komoditas bernilai ekonomi dengan pasar yang siap. Kakao menjadi salah satu prioritas nasional, dan Kabupaten Luwu menjadi daerah pertama di Sulawesi Selatan yang pada tahun 2026 akan menerima bantuan hingga 8 juta bibit kakao dari Kementerian Pertanian,” jelas Bupati.


Muis berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan petani dapat menjadikan Kabupaten Luwu sebagai salah satu sentra kakao unggulan nasional sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *