42 UMKM dari 21 Desa di Luwu Dapat Pembekalan Manajemen Usaha dari PT MDA

Berita, Daerah143 Dilihat

Jpgluwu.com, LUWU – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengapresiasi pelatihan yang dilaksanakan PT Masmindo Dwi Area (MDA) pada 22–26 September 2026. Pelatihan tersebut dinilai memberikan wawasan baru bagi pelaku UMKM dalam mengelola dan mengembangkan usaha.

Sebanyak 42 pelaku UMKM dari 21 desa di wilayah operasional MDA mengikuti kegiatan tersebut. Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT MDA, khususnya Pilar Jaga Masa Depan Desa melalui Forum Desa (Fordes) Matappa, berdasarkan aspirasi masyarakat desa.

Salah seorang peserta, Siti Munawara, mengatakan, materi yang diberikan selama pelatihan membantu dirinya memahami berbagai aspek dalam mengelola usaha.

“Materinya sangat bermanfaat. Kami diajak tidak hanya fokus pada produk, tetapi juga memahami pelanggan, kondisi usaha, biaya dan keuntungan. Ini membuat kami lebih memahami usaha sendiri,” ujar Siti.

Hal senada disampaikan peserta lainnya, Usnul. Ia mengatakan salah satu materi yang paling berkesan baginya adalah diagnosis masalah usaha dan penyusunan prioritas untuk tiga bulan ke depan.

Menurutnya, materi tersebut membantu pelaku UMKM menentukan persoalan yang perlu diselesaikan terlebih dahulu sehingga langkah pengembangan usaha menjadi lebih terarah.

“Selama ini kalau ada masalah dalam usaha, terkadang kita bingung mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Di sini kami diajarkan melihat masalah yang paling utama dan menentukan langkah apa yang harus dilakukan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, penyusunan prioritas tiga bulan penting bagi pelaku UMKM agar pengelolaan usaha menjadi lebih tertata. Menurutnya, meskipun usaha yang dijalankan masih berskala kecil, manajemen tetap diperlukan.

“Kami juga diajarkan membuat prioritas untuk tiga bulan ke depan. Setelah mengikuti pelatihan ini, kami punya gambaran apa yang harus dilakukan. Terima kasih kepada PT Masmindo dan para pemateri karena sudah memberikan ilmu yang sangat bermanfaat bagi kami,” tuturnya.

Sementara itu, peserta lainnya, Herti, mengaku mendapat pemahaman baru mengenai cara melihat dan mengembangkan usaha. Menurutnya, pelatihan tersebut membuat pelaku UMKM lebih memahami bahwa menjalankan usaha tidak hanya berkaitan dengan menjual produk, tetapi juga bagaimana mengetahui kebutuhan pelanggan.

“Bertahun-tahun saya menjalankan usaha tanpa menerapkan manajemen yang baik. Saya hanya fokus bagaimana usaha tetap berjalan, tetapi ternyata banyak hal yang perlu diperhatikan agar usaha bisa berkembang,” ujar Herti.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dalam menjalankan usaha sehari-hari.

“Semoga ilmu yang kami dapatkan bisa kami terapkan dalam usaha. Pelatihan seperti ini sangat membantu kami karena memberikan pengetahuan yang sebelumnya belum kami pahami,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *